Ketua MPR Sampaikan Empat Catatan 20 Tahun Reformasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan empat catatan perjalanan 20 tahun reformasi yang dinilai tidak semuanya berjalan baik.

“Perjalanan 20 tahun reformasi, banyak hal yang sudah berjalan baik. Akan tetapi, ada juga hal yang belum berjalan baik,” kata Zulkifli Hasan, Senin (21/5).

Zulkifli menjelaskan hal-hal yang berjalan baik pada era Reformasi adalah perubahan sistem pemerintahan dari belum demokratis menjadi lebih demokratis.

Sistem pemerintahan yang demokratis, kata dia, menjadikan warga negara Indonesia (WNI) memiliki kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.

“Setelah reformasi, WNI memiliki kesempatan lebih terbuka untuk mencapai cita-citanya. Saya juga bersyukur, setelah era demokrasi dapat menjadi Ketua MPR RI,” katanya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan bahwa setelah era Reformasi, MPR RI melakukan diskusi-diskusi dan kajian mengenai perjalanan reformasi.

Dari diskusi dan kajian tersebut, kata dia, diketahui bahwa ternyata tidak semua agenda reformasi dapat berjalan baik, tetapi ada juga yang belum berjalan baik.

Ada empat catatan yang disampaikan Zulkifli Hasan, yakni pertama, reformasi justru melahirkan kesenjangan sosial dan ekonomi makin meningkat.

Menurut dia, setelah era reformasi, sistem perekonomian nasional makin liberal dan berdampak pada kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin tinggi.

Kedua, penegakan supremasi hukum yang dinilai tidak adil.

Menurut Zulkifli, penegakan hukum saat ini lebih tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas sehingga dinilai menimbulkan rasa ketidakadilan masyarakat.

Ketiga, setelah era Reformasi, praktik korupsi masih terus terjadi dan menyebar ke daerah.

“Padahal, salah satu tuntutan reformasi adalah pemberantasan korupsi. Hal ini juga yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemimpin,” katanya.

Keempat, ketidakpercayaan masyarakat karena menilai banyak hal yang menimbulkan ketidakadilan.

Menurut dia, masyarakat tidak percaya kepada pemimpinnya, kepada tokoh-tokohnya, serta kepada kelompok-kelompok lain di masyarakat.

“Hal ini ditandai dengan saling mencemooh dan saling menjelekkan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER