Kendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Berjalan Lambat

0
34
  • 1
    Share
Presiden Jokowi lewat vlog menyampaikan progres pembangunan tol Pekanbaru-Dumai dalam kunjungannya pada 23 Juli 2017.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pembangunan tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau hingga kini belum juga terlihat tanda-tanda akan selesai. Dimana progres pembangunannya berjalan dengan lambat sekali.

Padahal dalam kunjungan Presiden Jokowi pada 23 Juli 2017, satu tahun yang lalu, saat meninjau proyek tol ini, ditargetkan paling lambat akhir 2019 tol ini sudah selesai dan bisa difungsikan.

Lambatnya pembangunan jalan tol tersebut diakui Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, yang menyebut pembebasan lahan sebagai salah satu kendalanya.

“Ada beberapa masalah pembebasan lahan ya, terus juga ada yang punya pemerintah tapi ditempati orang lain. Ya biasa lah masalah tanah,” kata Herry di Jakarta, Jumat (5/10).

Walau demikian, Herry berjanji bahwa pembangunan tol yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Dumai tersebut, serta melewati banyak kota lainnya, tetap akan selesai pada 2019.

“Masih ada setahun lagi ya, kita teruskan, masalah tentu ada, terus kita cari solusinya nanti sampai suatu titik pasti ada solusinya ya,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO: Lewat Vlog, Jokowi Laporkan Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim sempat menunjukkan kekesalannya dalam rapat evaluasi progres pembangunan tol Pekanbaru-Dumai di Kantor Gubernur Riau, pada Rabu (26/9) yang lalu.

Wan Thamrin menilai, pembangunan tol tersebut berjalan sangat lambat sekali, bahkan ia nilai paling lambat di dunia.

“Ini kayaknya pembangunan tol paling lama di dunia ini,” kata Plt Gubernur di hadapan peserta rapat yang juga dihadiri pimpro tol Pekanbaru-Dumai dari Hutama Karya ambang Hendarto.

Plt Gubernur ini kesal karena dari beberapa kali rapat evaluasi, tidak ada progres yang dihasilkan, dengan masalah yang sama, yaitu kendala pembebasan lahan.

Tol Pekanbaru-Dumai termasuk ruas tol yang dibangun berdasarkan Peraturan Presiden nomor 100 tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, sebagaimana yang telah diubah lewat Perpres 117 tahun 2015.

Panjang tol ini 131 kilometer dan diperkirakan akan menelan biaya pembangunan sebesar Rp6,4 triliun. Proyek tol ini dikerjakan oleh BUMN Hutama Karya.

Presiden Jokowi lewat vlog menyampaikan progres pembangunan tol Pekanbaru-Dumai dalam kunjungannya pada 23 Juli 2017.

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU