Kendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Berjalan Lambat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pembangunan tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau hingga kini belum juga terlihat tanda-tanda akan selesai. Dimana progres pembangunannya berjalan dengan lambat sekali.

Padahal dalam kunjungan Presiden Jokowi pada 23 Juli 2017, satu tahun yang lalu, saat meninjau proyek tol ini, ditargetkan paling lambat akhir 2019 tol ini sudah selesai dan bisa difungsikan.

Lambatnya pembangunan jalan tol tersebut diakui Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, yang menyebut pembebasan lahan sebagai salah satu kendalanya.

“Ada beberapa masalah pembebasan lahan ya, terus juga ada yang punya pemerintah tapi ditempati orang lain. Ya biasa lah masalah tanah,” kata Herry di Jakarta, Jumat (5/10).


Walau demikian, Herry berjanji bahwa pembangunan tol yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Dumai tersebut, serta melewati banyak kota lainnya, tetap akan selesai pada 2019.

“Masih ada setahun lagi ya, kita teruskan, masalah tentu ada, terus kita cari solusinya nanti sampai suatu titik pasti ada solusinya ya,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO: Lewat Vlog, Jokowi Laporkan Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim sempat menunjukkan kekesalannya dalam rapat evaluasi progres pembangunan tol Pekanbaru-Dumai di Kantor Gubernur Riau, pada Rabu (26/9) yang lalu.

Wan Thamrin menilai, pembangunan tol tersebut berjalan sangat lambat sekali, bahkan ia nilai paling lambat di dunia.

“Ini kayaknya pembangunan tol paling lama di dunia ini,” kata Plt Gubernur di hadapan peserta rapat yang juga dihadiri pimpro tol Pekanbaru-Dumai dari Hutama Karya ambang Hendarto.

Plt Gubernur ini kesal karena dari beberapa kali rapat evaluasi, tidak ada progres yang dihasilkan, dengan masalah yang sama, yaitu kendala pembebasan lahan.

Tol Pekanbaru-Dumai termasuk ruas tol yang dibangun berdasarkan Peraturan Presiden nomor 100 tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, sebagaimana yang telah diubah lewat Perpres 117 tahun 2015.

Panjang tol ini 131 kilometer dan diperkirakan akan menelan biaya pembangunan sebesar Rp6,4 triliun. Proyek tol ini dikerjakan oleh BUMN Hutama Karya.

Presiden Jokowi lewat vlog menyampaikan progres pembangunan tol Pekanbaru-Dumai dalam kunjungannya pada 23 Juli 2017.

(ARif R)

KONSULTASI

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Presiden Jokowi Minta #UninstallBukalapak Dihentikan

Presiden Jokowi meminta semua pihak untuk menghentikan #UninstallBukalapak

12 TPS di Wilayah Kabupaten OKU Tercatat Rawan

SUMATERA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan...

Nilai Puisi Fadli Menista Mbah Moen, Ribuan Santri di Bogor Alihkan Dukungan ke Jokowi

Di antara mereka yang hadir adalah ratusan perwakilan santri dari Cisarua. Santri dari daerah yang merupakan tempat kediaman Fadli Zon itu merasa malu dan kecewa.

Ragukan Survei Indomatrik, Romahurmuziy: Beneran atau Imajinatif?

Tak percaya Rommy dengan hasil survei Indomatrik yang tunjukkan elektabilitas Prabowo makin pepet Jokowi.

Bentuk Satgas, Dewan Pers Akan Berantas Media Abal-Abal

Dewan Pers segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memberantas media yang tidak resmi alias abal-abal dan merusak citra media resmi

Sambut Putra Mahkota Saudi, 307 Personil Polisi Disiapkan Untuk Pengamanan

Sebanyak 307 personel kepolisian akan diturunkan untuk membantu pengamanan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman

Presiden Jokowi Minta #UninstallBukalapak Dihentikan

Presiden Jokowi meminta semua pihak untuk menghentikan #UninstallBukalapak

Nilai Puisi Fadli Menista Mbah Moen, Ribuan Santri di Bogor Alihkan Dukungan ke Jokowi

Di antara mereka yang hadir adalah ratusan perwakilan santri dari Cisarua. Santri dari daerah yang merupakan tempat kediaman Fadli Zon itu merasa malu dan kecewa.

Ragukan Survei Indomatrik, Romahurmuziy: Beneran atau Imajinatif?

Tak percaya Rommy dengan hasil survei Indomatrik yang tunjukkan elektabilitas Prabowo makin pepet Jokowi.

Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Makin Pepet Jokowi, Selisih Hanya 3,93 Persen

Menurut Indometrik, elektabilitas Prabowo-Sandiaga makin memepet Jokowi-KH Ma'ruf, dan saat ini hanya terpaut 3,93 persen.

TERPOPULER

Tiket Pesawat Garuda Group Mulai Hari ini Turun 20 Persen

Garuda Group menurunkan harga tiket sebesar 20 persen untuk seluruh maskapainya.

Jika Terpilih, Prabowo-Sandi Akan Jalankan Program Penanganan Kesehatan Jiwa

Menurut Sandi, penanganan kesehatan jiwa sudah merupakan amanat yang ada di Undang Undang, namun hingga sekarang belum dilaksanakan.

Innalillahi, Pendiri Masjid Salman, ITB Prof Toebagus M Soelaiman Wafat

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Prof. Toebagus M. Soelaiman wafat pada Ahad (10/2) kemarin, pukul 11.20 WIB di Bandung.

Wow, Setelah Premium Turun PLN Juga Turunkan Tarif, Apa Alasannya?

Ada apa ya? koq beruntun berbagai kebutuhan masyarakat diturunkan harganya.

Proyek Listrik 35.000 MW Tidak Terealisasi, Pengamat Minta Pemerintah Jelaskan Sebabnya

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai pemerintah harus bisa menjelaskan program 35.000 MW yang sejak awal digadang-gadang oleh pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla (JK) tidak terealisasi.