Kemlu Luncurkan Buku 50 Tahun ASEAN

0
65
Menlu ASEAN
Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN. (Foto: Twitter @ASEAN)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia meluncurkan buku 50 tahun Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengenang sejarah perjalanan perhimpunan tersebut dan menentukan langkah-langkah ke depan bagi perkembangan organisasi itu.

“Buku tersebut juga mengulas sentralitas dan persatuan ASEAN serta peran strategisnya dalam menjaga stabilitas regional,” kata Direktur Jenderal Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono, di Jakarta, Kamis (15/12).

Artikel dalam buku tersebut ditulis oleh para ahli dari setiap anggota negara ASEAN dengan gagasan-gagasan pribadi yang menyangkut berbagai aspek, kata Siswo Pramono usai peluncuran buku tersebut.

Loading...

“Buku ini utamanya menyangkut tiga pilar ASEAN, yaitu pilar politik, pilar ekonomi dan pilar sosial budaya,” kata Siswo seraya menambahkan, pilar politik ditulis oleh pakar dari Indonesia, pilar ekonomi ditulis oleh ahli dari Singapura dan pilar sosial budaya ditulis oleh ahli dari Filipina.

Buku yang disusun oleh Dirjen BPPK, Dr Siswo Pramono, LL.M, dan Prof. David Price dari Fakultas Hukum, Universitas Charles Darwin, Australia, tersebut ditujukan sebagai salah satu sarana sosialisasi kepada masyarakat umum tentang sejarah dan masa depan ASEAN.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi, mengatakan dalam kata pengantar di buku tersebut salah satu capaian penting yang raih oleh ASEAN selama 50 tahun adalah bahwa organisasi tersebut telah menjadi ekosistem untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menurut Retno, di bidang ekonomi, ASEAN telah mencapai pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia, dan capaian ini perlu memperoleh apresiasi yang tinggi.

Di tahun-tahun mendatang, ASEAN masih akan menghadapi tantangan, kata menteri seraya menambahkan, sementara ASEAN telah membuat kemajuan di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta sosial budaya, perhimpunan tersebut masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU