Kemlu Luncurkan Buku 50 Tahun ASEAN

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia meluncurkan buku 50 tahun Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengenang sejarah perjalanan perhimpunan tersebut dan menentukan langkah-langkah ke depan bagi perkembangan organisasi itu.

“Buku tersebut juga mengulas sentralitas dan persatuan ASEAN serta peran strategisnya dalam menjaga stabilitas regional,” kata Direktur Jenderal Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono, di Jakarta, Kamis (15/12).

Artikel dalam buku tersebut ditulis oleh para ahli dari setiap anggota negara ASEAN dengan gagasan-gagasan pribadi yang menyangkut berbagai aspek, kata Siswo Pramono usai peluncuran buku tersebut.

“Buku ini utamanya menyangkut tiga pilar ASEAN, yaitu pilar politik, pilar ekonomi dan pilar sosial budaya,” kata Siswo seraya menambahkan, pilar politik ditulis oleh pakar dari Indonesia, pilar ekonomi ditulis oleh ahli dari Singapura dan pilar sosial budaya ditulis oleh ahli dari Filipina.


Buku yang disusun oleh Dirjen BPPK, Dr Siswo Pramono, LL.M, dan Prof. David Price dari Fakultas Hukum, Universitas Charles Darwin, Australia, tersebut ditujukan sebagai salah satu sarana sosialisasi kepada masyarakat umum tentang sejarah dan masa depan ASEAN.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi, mengatakan dalam kata pengantar di buku tersebut salah satu capaian penting yang raih oleh ASEAN selama 50 tahun adalah bahwa organisasi tersebut telah menjadi ekosistem untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menurut Retno, di bidang ekonomi, ASEAN telah mencapai pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia, dan capaian ini perlu memperoleh apresiasi yang tinggi.

Di tahun-tahun mendatang, ASEAN masih akan menghadapi tantangan, kata menteri seraya menambahkan, sementara ASEAN telah membuat kemajuan di bidang ekonomi, politik dan keamanan serta sosial budaya, perhimpunan tersebut masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. (Ant/SU02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Menang Hadapi Persidago, Pelatih: Persebaya Masih Perlu Banyak Pembenahan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menilai permainan timnya...

Pernah Ditertibkan, APK di Jalan Utama Payakumbuh Masih Langgar Aturan

PAYAKUMBUH, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Payakumbuh, Sumatera Barat,...

Warga NU Yang Tak Pilih Kyai Ma’ruf di Pilpres 2019, Habib Hasan: Keterlaluan

PURWOREJO, SERUJI.CO.ID - Rais Suriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama...

Lukman Edy Tuding Puisi Neno Warisman Sesat dan Puncak Kebohongan Kubu Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politikus PKB Lukman Edy menilai puisi...

Lawan Indonesia, Vietnam Yakini Semifinal Selesai Dalam 90 Menit

KAMBOJA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Tim Nasional Vietnam U-22 Nguyen...

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menteri Pariwisata Panen Omelan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga tiket pesawat hingga kini ternyata...

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

TERPOPULER

Terjadi Ledakan Petasan di Parkir Timur Senayan Saat Debat Capres Berlangsung

Ledakan di Parkir Timur Senayan saat Dabet Capres ternyata berasal dari petasan

AJI Kecam Oknum Beratribut Ormas Lakukan Kekerasan Pada Jurnalis Saat Munajat 212

Sejumlah jurnalis mengalami persekusi yang diduga dilakukan oknum dengan atribut sebuah ormas saat acara Malam Munajat 212.

Pantai Losari, Pusat Kuliner Khas Warga Bugis-Makassar

Jalan-jalan ke Makassar, jangan lupa mampir ke restoran terpanjang di Indonesia. Apa itu, simak laporan SERUJI

Usai Rilis Hasil Pengecekan Klaim Dalam Debat Capres, Situs Cekfakta.com Diretas

Sebuah situs pengecekan fakta atas berbagai peristiwa, cekfakta.com telah diretas pada Selasa (19/2) malam pascadebat kedua Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Prihatin Kondisi Ekonomi Saat ini, Gerindra Akan All Out Menangkan Prabowo

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan, kesiapannya untuk all out memenangkan Prabowo.