Kemensos Suntik Bantuan 43 Ribu Pendamping PKH se Indonesia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Sosial(Kemensos) menggelontorkan penghargaan dan bantuan bagi 43 ribu pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) se Indonesia.

Dirjen Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat mengatakan pemberian penghargaan dan bantuan tersebut merupakan perhatian Kementerian Sosial untuk para pendamping PKH.

“Mereka ini yang berada digaris depan untuk mencapai target PKH yang telah ditetapkan. Mereka ini punya dedikasi tinggi dan semangat untuk melakukan pendampingan terhadap PKH. Penghargaan dan apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan Kemensos kepada mereka,” terangnya di Surabaya, Senin (18/12).

Harry Hikmat mengatakan pihaknya berharap agar adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan sharing budget dalam memberikan bantuan dan apresiasi terhadap tenaga pendamping.

”Kami minta daerah mencontoh lembaga lainnya yang tak bersentuhan dengan pendamping memberikan apresiasi kepada mereka. Contohnya Bappenas dan Kemenkeu, Bank Dunia dan lembaga lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Harry, program PKH tersebut selama ini telah berhasil dalam berbagai pemenuhan kebutuhan sosial, salah satunya dengan menekan angka anak putus sekolah.

“Bisa dijaga kelangsungannya wajib sekolah mencapai 85 persen. Data ini kami ambil dari catatan tiga tahun terakhir. Jarang ditemui di daerah untuk anak tidak sekolah. Kehadiran di sekolah sudah terdorong dengan baik,” tutupnya. (Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER