Kemenristek Targetkan APK Capai 50 Persen Pada 2024

BATAM, SERUJI.CO.ID – Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi menargetkan angka partisipasi kasar (APK) masyarakat Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mencapai 50 persen pada 2024.

Menristek Dikti M Nasir di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/1), mengatakan saat ini APK Indonesia baru mencapai 31 persen sehingga di bawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah 38 persen dan Thailand sebanyak 51 persen.

Untuk mencapai target itu, Kemenristek Dikti menggalakkan belajar digital melalui dalam jaringan ke seluruh wilayah Indonesia.

“‘Digital learning’ dikembangkan agar daerah terdepan terluar tertinggal mendapatkan pendidikan berkualitas. Kalau bisa dilakukan, maka pada 2024 Indonesia bisa diangka 50 persen,” kata Menteri.

Kemenristek Dikti juga sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan ketersediaan jaringan internet di seluruh daerah.

Kementerian Kominfo telah membangun jaringan dari barat hingga timur menggunakan palapa ring 1 dan 2.

“Palapa ring 1 dan 2 mengoneksikan antarpulau di Indonesia sehingga terintegrasi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kebijakan Kemenristek Dikti untuk memudahkan syarat dosen di politeknik.

Ia mengatakan, dosen politeknik tidak harus mengenyam pendidikan strata II dan strata III, asalkan memiliki pengalaman luar biasa, apalagi dilengkapi sertifikat kerja internasional.

Politeknik lebih menekankan pada ilmu yang dapat diterapkan langsung di dunia kerja, sehingga dosen berpengalaman terapan lebih dibutuhkan.

“Tidak disyaratkan lagi S-2 dan S-3,” kata dia. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close