Kekurangan Suara di Beberapa TPS Harus Diperbaiki

0
44
Ada sejumlah warga yang tidak bisa mencoblos karena kurangnya surat suara.

JAKARTA – Fadli Ramadhanil, peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), mengatakan kekurangan suara di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017 harus ditindaklanjuti serius.

Dia menilai kekurangan suara sebagai kesalahan fatal. Padahal surat suara sudah ditetapkan berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jika tidak diperbaiki pada pemilihan putaran kedua, kesalahan seperti ini bisa memengaruhi kredibilitas dan legitimasi Pilgub DKI 2017.

“Kenapa surat suara bisa kurang? Ini menjadi pertanyaan penting, karena orang yang sudah terdaftar di DPT tidak bisa memilih,” kata Fadli di Jakarta, saat dihubungi Kamis (16/2). “Fatal kesalahan KPU, jika ini kembali terjadi.”

Sebelum pemilihan berlangsung sudah ada kesalahan yang menganggu proses demokrasi Pilgub DKI 2017. Antara lain, kurangnya surat suara, ada surat suara yang sudah tercoblos salah satu pasangan calon, dan ada surat suara yang rusak.

Ketua KPU DKI, Sumarno, mengakui pihaknya menerima banyak keluhan mengenai surat suara yang habis di sejumlah TPS. Dia mengatakan cukup banyak pemilih yang tidak terdaftar ditambah antusiasme warga untuk mencoblos. “Faktornya banyak. Salah satunya, petugas KPU tidak mendapatkan akses memadai untuk mendata mereka,” kata Sumarno dilansir Detik, Rabu (15/2).

Pengamat hukum Erwin Natosmal Oemar mengatakan, hak memilih setiap warga negara dilindungi undang-undang. Masyarakat yang merasakan indikasi kecurangan bisa lapor ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atau ke penyidik Kepolisian. “Kemudian laporan itu diteliti apakah ada dugaan pidana atau tidak. Bawaslu dan Kepolisian sudah punya tim yang akan memprosesnya.”

Membludaknya laporan bisa memunculkan rumor yang bisa merusak kredibilitas pemilu. Itu sebabnya antisipasi harus disiapkan lebih dini dan dimulai dari sekarang. “Banyak warga DKI yang tidak bisa mencoblos sementara surat suara kurang saat pemilihan. Ini masalah. Persoalan administrasi juga harus diperbaiki untuk pemilihan putaran kedua nanti,” kata peneliti pada Indonesian Legal Roundtable (ILR) itu.

EDITOR: Omar Ballaz

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...