Kasus Penghina UAS, Kuasa Hukum Apreasiasi Kerja Cepat Polisi

0
67
  • 42
    Shares
Habib Rizieq Syihab saat menerima ustadz Abdul Somad di Mekkah.

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kuasa Hukum ustadz Abdul Somad (UAS) mengapresiasi penyidik Polda Riau karena bekerja cepat dalam memproses laporan penghinaan yang dialami UAS di media sosial.

“Prosesnya cepat sekali sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu,” kata Ketua Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, di Pekanbaru, Sabtu (8/9).

Menurut Zulkarnain apa yang dilakukan penyidik tersebut sudah sesuai dengan asas yang tertera di Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yakni asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman,” ujarnya.

Baca juga: Polda Riau Periksa UAS Sebagai Saksi Korban Penghinaan di Media Sosial

Diberitakan sebelumnya UAS diperiksa sebagai saksi korban atas kasus dugaan penghinaan terhadapnya yang diduga dilakukan oleh pria berinsial JB, lewat akun media sosial facebook miliknya.

Zulkarnain berharap pelaku yang berinisial JB tersebut dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman.

“Sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta,” jelasnya.

Sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Polda Riau pada Rabu (5/9) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Karena kasus ini delik aduan, LAM melalui LBH yang diketuai Zulkarnain Nurdin mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut. Lembaga itu berkepentingan karena UAS juga merupakan pengurus Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, apalagi sudah bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara. (ANT/ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU