JSIT Resmikan Temporary School dan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Anak Rohingya

COX BAZAR, SERUJI.CO.ID – Pendidikan merupakan salah satu hak dasar bagi anak dan seringkali menjadi hal yang terabaikan dalam situasi krisis. Hal ini juga dialami oleh anak-anak dari keluarga pengungsi Rohingya. Krisis kemanusiaan yang dialami mereka telah menghindarkan anak-anak dari akses terhadap pendidikan. Padahal sebagian besar dari para pengungsi merupakan anak-anak. Anak-anak tersebut kelak akan menjadi generasi penerus bagi keberlangsungan etnis Rohingya.

Merespon hal ini, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) bekerjasama dengan PKPU Human Initiative mendirikan sekolah sementara untuk anak-anak pengungsi Rohingya yang berada di Kamp Pengungsian Balukhali 2. Sekolah tersebut secara simbolis diresmikan pada Sabtu, 10 Maret 2018. Pada saat yang sama dibagikan paket perlengkapan sekolah untuk para murid berupa tas dan perlengkapan sekolah. Peresmian dihadiri dan diresmikan langsung oleh Sahroni, Ketua Departemen Sosial & Kemanusiaan JSIT Indonesia, serta Yuli Sugiarto Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Sosial & Kemanusiaan JSIT, Sahroni, berharap sekolah tersebut dapat membantu pendidikan anak-anak di pengungsian. “Semoga sekolah ini dapat membantu anak-anak yang ada disini untuk terus dapat belajar walaupun entah sampai kapan belum tahu mereka berada di tempat ini,” ungkap Sahroni.

Dalam wawancara, salah satu guru mengungkapkan bahwa sebelum ada sekolah ini anak-anak tidak mendapat pendidikan. “Saat ini mereka bisa belajar dengan tenang dan mendapat perlengkapan sekolah yang dapat menunjang proses belajar mereka di Sekolah,” ungkap sang guru.

“Ini adalah Temporary School yang dibangun atas dana yang dikumpulkan oleh teman-teman JSIT seluruh Indonesia”.

Sahroni mengungkapkan lebih lanjut. Sekolah ini merupakan hasil kontribusi dari masyarakat Indonesia melalui JSIT. Di sekolah ini terdapat 200 siswa beserta para guru yang juga berasal dari para pengungsi. Ada 5 mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah, yakni: Bahasa Inggris, Bahasa Burma, Bahasa Arab, Matematika, serta Menggambar.

(PKPU/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.