Jokowi Evaluasi Harga Avtur Terkait Harga Tiket Pesawat, INDEF: Salah Tembak, Salah Sasaran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Drajad Wibowo mengatakan bahwa harga avtur yang tinggi bukan merupakan komponen satu-satunya dan penentu yang menyebabkan harga tiket pesawat domestik meroket seperti saat ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi di tengah polemik meroketnya harga tiket pesawat dalam negeri, memerintahkan penghitungan ulang harga avtur, agar dapat lebih efisien dan dapat menekan harga tiket pesawat.

“Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien, mana yang bisa diefisienkan, nanti akan segera diambil keputusan,” kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2).

INDEF: Alokasi Harga Avtur Pada Tiket Pesawat Hanya 3,63 Persen

Truk Pertamina sedang mengisi avtur ke pesawat Citilink. (foto:istimewa)

Menurut Drajat, alokasi harga avtur pada tiket pesawat tidaklah besar dan berpengaruh sekali pada meroketnya harga tiket saat ini.

“Secara umum saya sependapat dengan data telegraph.co.uk bahwa alokasi per tiket untuk bahan bakar hanya sekitar 3,63 persen. Terbesar adalah biaya perawatan, ‘airport cost‘ seperti ‘landing fee‘, dan bahkan pajak dan ‘charges‘, yang masing-masing berkisar antara 19,62-22,67 persen,” kata Drajat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/2).

Meski demikian, kata Drajat, terdapat pengecualian bagi maskapai yang menerapkan bisnis low cost carrier (LCC).

“Karena untuk LCC terdapat peningkatan komponen bahan bakar dalam alokasi harga tiket sebagai akibat penekanan berbagai biaya,” ungkapnya.

Namun, lanjut Drajad, peningkatan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tingginya harga tiket.

“Jadi kalau yang diutak-atik (bahwa penyebab tingginya harga tiket) adalah avtur, jelas salah tembak. Salah sasaran,” katanya.

INACA: Harga Avtur Tidak Berpengaruh Langsung pada Tiket Pesawat

Maskapai dalam negeri (Foto: istimewa)

Sebelumnya, Indonesia National Air Carriers Assosiation (INACA) mengakui bahwa avtur tidak berpengaruh langsung terhadap kenaikan harga tiket pesawat.

Menurut Ketua Umum INACA IGN Askhara Danadiputra, beban biaya operasional penerbangan lain, seperti sewa pesawat dan perawatan pesawat lah yang sangat berpengaruh terhadap harga tiket.

Komponen Penyebab Harga Tiket Pesawat Meroket

Tiket ke Kuala Lumpur Murah
Harga tiket Banda Aceh ke Jakarta dengan terlebih dahulu transit di Kula Lumpur yang dipantau SERUJI pada Ahad (13/1/2018) untuk penerbangan 17 Januari.

Selain berbagai komponen tadi, Drajad menambahkan, bahwa beban pengadaan pesawat, baik yang dilakukan melalui pembelian maupun mekanisme lain seperti sewa juga sangat tinggi.

Dengan kondisi ini, maka untuk menurunkan tiket maskapai, yang pertama kali harus dilakukan adalah membersihkan dahulu utang-utangnya, karena setelah beban utang dikeluarkan, tiket maskapai akan jadi lebih murah.

“Begitu juga dengan ‘airport cost‘, seperti harga parkir pesawat, biaya landing, garbarata dan ‘check in‘ yang naik sebesar 15-20 persen pada Oktober 2018, yang ikut berpengaruh terhadap kenaikan harga tiket pesawat,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Forum Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori menyatakan pengaruh avtur terhadap kenaikan harga tiket pesawat sangat kecil karena komponen terbesar adalah biaya pemeliharaan pesawat, termasuk biaya pembelian pesawat.

“Sementara Avtur hanya 3,4 persen dari komponen besarnya harga pokok penjualan tiket. Kalau pun jarak tempuhnya paling jauh, untuk tujuan Indonesia bagian timur, maksimal hanya 24 persen,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar avtur tidak dijadikan sebagai kambing hitam terkait kenaikan harga tiket.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER