Jokowi Diingatkan Lakukan Rotasi Matra Calon Panglima TNI

0
105
Soleman B. Ponto
Soleman B. Ponto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi diingatkan untuk melakukan rotasi pergantian matra atau kesatuan untuk memilih Panglima TNI baru menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan masuk masa pensiun pada Maret 2018.

Hal ini dikatakan Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto terkait dinamika calon panglima TNI.

“Jika Presiden ingin mengembalikan marwah TNI khususnya posisi rotasi pergantian Panglima TNI, maka Presiden harus benar-benar mengikuti aturan Undang-Undang no. 34/2004 tentang TNI, pasal 13 ayat 4 yang mengatur bahwa jabatan panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan, yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala Staf Angkatan,” kata Ponto kepada SERUJI melalui pesan singkatnya, Ahad (3/12).

loading...

Terlebih, kata dia, hal itu sudah lama tidak dilakukan lagi sejak peralihan tapuk pimpinan Panglima TNI dari Jenderal Moeldoko ke Jenderal Gatot Nurmantyo, yang diketahui sama-sama dari satu matra yakni Angkatan Darat (AD).

Menurut dia, bila mengikuti pola yang telah terbentuk sekarang, maka penempatan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI sebenarnya sudah merusak pola yang telah terbentuk.

“Bila mengikuti pola yang sudah terbentuk, maka setelah Jenderal Moeldoko, maka jabatan Panglima TNI seharusnya diisi dari TNI AU. Tapi kenyatannya diisi dari TNI AD,” jelasnya.

Sekedar diketahui, pola giliran jabatan panglima TNI yang telah terbentuk adalah sebagai berikut:
1. Laksamana TNI Widodo, dari TNI AL, 26 Oktober 1999-7 Juni 2002.
2. Jenderal TNI Endriartono Sutarto, dari TNI AD, 7 Juni 2002-13 Februari 2006.
3. Marsekal TNI Djoko Suyanto, dari TNI AU, 13 Februari 2006-28 Desember 2007.
4. Jenderal TNI Djoko Santoso, dari TNI AD, 28 Desember 2007-28 September 2010.
5. Laksamana TNI Agus Suhartono, dari TNI AL, 28 September 2010-30 Agustus 2013.
6. Jenderal TNI Moeldoko, dari TNI AD, 30 Agustus 2013-8 Juli 2015.
7. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dari TNI AD, 8 Juli 2015-Sekarang

Sejak diberlakukan UU TNI, lanjut Ponto, maka tugas ketiga Angkatan menjadi sangat jelas. Tidak ada salah satu Angkatan yang dominan.

“Itulah sebabnya ketiga Kepala Staf dapat menjabat Panglima TNI secara bergiliran, tidak lagi didominasi TNI AD seperti yang terjadi pada zaman sebelum berlakunya UU TNI,” tuturnya.

Dia mengatakan, sebagai pangganti Jenderal Gatot, yang berpeluang terpilih menjabat Panglima TNI adalah KSAU dan KSAL

“Bila presiden ingin memperbaiki pola giliran yang sudah terbentuk, maka pilihan akan jatuh kepada KSAU. Akan tetapi bila Presiden ingin menyukseskan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia, maka pilihan akan jatuh kepada KSAL,” tegas Ponto yang juga pernah menjabat Kabais TNI periode 2011-2013. (Herdi S/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...

PBB: Badai Ancam Jutaan Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Musim badai yang akan tiba mengancam lebih dari 1,5 juta pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar di kamp pengungsi Bangladesh selain sebanyak...

Mini Market 212 Mart Kembali Buka Gerai di Tangerang

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Mini market 212 Mart, yang dikembangkan Koperasi Syariah 212 membuka gerai keempatnya di Banjar Wijaya Kota Tangerang, Banten. "Sangat sulit untuk menunjukkan eksistensi...

Ribuan Jiwa di Kuningan Mengungsi Akibat Longsor

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ribuan jiwa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpaksa mengungsi akibat di daerahnya terkena longsor dan pergerakan tanah yang merusak tempat tinggal mereka. "Yang...
Gedung Kejaksaan Agung

Kejagung Raih Penghargaan Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung mendapatkan penghargaan peringkat kedua atas kinerja pelaksanaan Anggaran Terbaik Kategori Pagu Sedang Tahun Anggaran 2017 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. "Kejagung...
loading...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...