Jendral Gatot Tidak Diundang di Acara Penghargaan TNI Kepada Tito Karnavian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hari ini, Rabu (14/3) di di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur berlangsung acara penganugerahan tiga penghargaan tertinggi TNI kepada Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian.

Panglima TNI dan seluruh kepala staf TNI dari ketiga angkatan hadir diacara tersebut. Namun tidak tampak mantan Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo diantara para perwira yang memenuhi tempat acara.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah menjelaskan kepada media bahwa Gatot Nurmantyo yang masih merupakan Jendral aktif namun nonjob tersebut tidak diundang.

“Beliau (Gatot Nurmantyo) tidak diundang,” kata Sabrar, Rabu (14/3).

Sebagaimana diketahui Gatot Nurmantyo adalah Jendral aktif yang melepaskan jabatannya sebagai Pangnlima TNI, setelah diganti Presiden Jokowi pada 8 Desember 2017 lalu. Gatot baru akan pensiun pada 1 April 2018 mendatang, sehingga ia menjadi satu-satunya Jendral bintang empat di TNI yang tidak memiliki jabatan.

Sementara itu, hari ini, Rabu (14/3), Kapolri Jendral Polisi Tito Karnivian mendapat anugerah penghargaan tertinggi dari ketiga matra TNI. Yakni Bintang Kartika Eka Paksi Utama dari TNI Angkatan Darat, Bintang Jalasena Utama dari TNI Angkatan Laut, dan Bintang Swa Buana Paksa Utama dari TNI Angkatan Udara. (ARif R/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.