Jelang Pemilu 2019, Wiranto Mengimbau Untuk Menjaga Perdamaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 dan acara-acara internasional seperti Asian Games 2018.

“Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak event-event internasional Asian Games 2018,  pertemuan IMF di Bali serta melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, yang membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa,” kata Wiranto usai membuka sarasehan nasional yang digelar Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Jakarta, Selasa (10/7).

Sarasehan tersebut mengangkat tema “Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Wiranto yang mewakili Presiden Jokowi untuk membuka sarasehan nasional itu mengharapkan agar bangsa Indonesia bisa merawat perdamaian merujuk dari resolusi konflik di Maluku, sehingga dapat tercipta suatu masyarakat yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

“Jadi saya atas nama presiden sudah memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sarasehan nasional itu berlangsung selama dua hari, dengan sejumlah tokoh nasional yang akan menjadi pembicara, di antaranya Wapres Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikri M Nasir serta Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

Wiranto menjelaskan situasi Maluku saat ini bisa menjadi contoh bagi upaya merawat perdamaian.

“Maluku sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini. Di sana sudah tidak mungkin untuk konflik, para leluhurnya sudah menancapkan semangat kerja sama dan gotong royong, Islam dan Nasrani sama-sama tidak pernah pecah. Yang Nasrani ikut merawat Masjid, yang Islam mengecat Gereja. Indah sekali,” imbuhnya.

Menjelang tahun politik, Wiranto mengingatkan agar menjelang Pileg dan Pilpres 2019 tidak lahir konflik di masyarakat Indonesia.

“Apalagi sebentar lagi ada pileg dan pilpres, jujur kita katakan kita berdialog, objeknya masyarakat kita, politik mencari pemimpin masyarakat, salah pengelola akan menjadi konflik,” ujarnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER