Jelang Pemilu 2019, Wiranto Mengimbau Untuk Menjaga Perdamaian

0
38
wiranto
Menkopolhukam Jendral (purn) Wiranto.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 dan acara-acara internasional seperti Asian Games 2018.

“Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak event-event internasional Asian Games 2018,  pertemuan IMF di Bali serta melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, yang membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa,” kata Wiranto usai membuka sarasehan nasional yang digelar Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Jakarta, Selasa (10/7).

Sarasehan tersebut mengangkat tema “Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Wiranto yang mewakili Presiden Jokowi untuk membuka sarasehan nasional itu mengharapkan agar bangsa Indonesia bisa merawat perdamaian merujuk dari resolusi konflik di Maluku, sehingga dapat tercipta suatu masyarakat yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

“Jadi saya atas nama presiden sudah memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sarasehan nasional itu berlangsung selama dua hari, dengan sejumlah tokoh nasional yang akan menjadi pembicara, di antaranya Wapres Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikri M Nasir serta Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

Wiranto menjelaskan situasi Maluku saat ini bisa menjadi contoh bagi upaya merawat perdamaian.

“Maluku sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini. Di sana sudah tidak mungkin untuk konflik, para leluhurnya sudah menancapkan semangat kerja sama dan gotong royong, Islam dan Nasrani sama-sama tidak pernah pecah. Yang Nasrani ikut merawat Masjid, yang Islam mengecat Gereja. Indah sekali,” imbuhnya.

Menjelang tahun politik, Wiranto mengingatkan agar menjelang Pileg dan Pilpres 2019 tidak lahir konflik di masyarakat Indonesia.

“Apalagi sebentar lagi ada pileg dan pilpres, jujur kita katakan kita berdialog, objeknya masyarakat kita, politik mencari pemimpin masyarakat, salah pengelola akan menjadi konflik,” ujarnya. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...