Jaringan Teroris Ubah Strategi Gunakan Pelaku Perempuan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jaringan teroris kelompok ISIS dinilai mulai mengubah dan menggeser strategi dengan menggunakan pelaku perempuan dalam aksi mereka, kata pengamat The Islah Centre.

“Saya melihat ada pergeseran strategi jaringan teroris kelompok ISIS dalam melakukan aksi terorisme termasuk di Indonesia. ‘Lone wolf’ yang lazimnya dilakukan oleh laki-laki kini dilakukan oleh perempuan,” kata pengamat terorisme sekaligus Direktur The Islah Centre Mujahidin Nur di Jakarta, Ahad (13/5).

Baca juga: Kembali Terjadi Ledakan Bom, Kali ini di Sepanjang Sidoarjo

Ia mengamati aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh Puji Kuswanti di Surabaya dan penangkapan dua perempuan (Ditta Siska Millenia dan Siska Nurazizah) yang akan melakukan penusukan anggota Mako Brimob.

Menurut dia, tanda-tanda pergeseran strategi itu sebenarnya sudah bisa dibaca beberapa bulan terakhir ini di mana dalam video-video propaganda yang dibuat oleh ISIS sangat sering sekali memperlihatkan perempuan-perempuan ISIS melakukan pelatihan berbagai keahlian tempur baik menembak, memanah, maupun berbagai skill lapangan lainnya.

“Kelompok ISIS juga dalam beberapa bulan terakhir ini mendorong para wanita yang berada di kelompok mereka untuk mengambil bagian dalam aksi-aksi teror di berbagai negara termasuk di Indonesia,” katanya.

Mujahidin mencontohkan perempuan yang akan melakukan penusukan seperti di Mako Brimob dan melakukan bom bunuh diri (women kamikaze) seperti di Surabaya adalah fenomena yang sangat jarang terjadi.

“Mungkin persentase bom bunuh dan terorisme secara global di mana pelakunya dilakukan oleh perempuan kurang dari 10 persen,” katanya.

Baca juga: Pelaku Pengeboman Gereja di Surabaya Gunakan Anak Kecil

Selama ini, kata dia, dikenal berbagai istilah yang melibatkan peran perempuan di antaranya istilah “Black Widows” di Chechnya, ” Black Tiger” di Srilanka, bahkan fenomena perempuan yang berperan aktif dalam teror juga terjadi pada kelompok teror Boko Haram, di Nigeria.

Di Indonesia sendiri, hal ini merupakan hal baru yang dilakukan oleh kelompok ISIS di mana bom bunuh diri dilakukan oleh perempuan seperti di Surabaya.

“Dan saya pikir ke depan tren perempuan menjadi bagian dalam aksi teror akan banyak terjadi termasuk di Indonesia,” katanya.

Sebagaimana di negara-negara lain, Mujahidin menduga umumnya perempuan yang bisa direkrut dan mau melakukan aksi teror atau bom bunuh diri seperti terjadi di Mako Brimob dan Surabaya sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor motivasi-motivasi individual bisa balas dendam karena suaminya terbunuh karena aksi atau keterlibatan dalam terorisme, bisa karena suaminya dihukum karena tindakan terorisme.

Di sisi lain, bisa juga sebagai wujud kemarahan kelompoknya (ISIS) pada pemerintah atau alasan lain karena merasa terisolasi atau termarjinalkan hingga bisa juga mereka (perempuan) melakukan bom bunuh diri untuk kepentingan kelompoknya (ISIS).

“Bagi ISIS sendiri mereka bisa mendapatkan beberapa keuntungan ketika ‘lone wolf’ dengan melakukan bom bunuh diri ini dilakukan oleh perempuan,” katanya.

Beberapa keuntungan itu yakni pertama, atensi atau pemberitaan media lebih maksimal ketika bom bunuh diri dilakukan oleh perempuan dan atensi besar itu merupakan tujuan utama tindakan terorisme.

Kedua, apabila mereka bisa memaksimalkan perempuan dalam aksi terorisme itu artinya mereka mempunyai jumlah “combatant” (petempur) lebih banyak lagi.

Ketiga, tentu saja pelaku teror perempuan lebih mudah melewati pemeriksaan keamanan di lapangan sehingga memudahkan aksi teror yang sudah direncanakan, kata Mujahidin. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....