Jakarta Tidak Kebagian Keberkahan Hujan, Karena Pemimpinnya Sombong

JAKARTA – Dalam beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan. Informasi dari BMKG sebaran hujan  merata hampir di seluruh kawasan. Munculnya aktifitas awan Cumulonimbus menyebabkan hujan lebat yang disertai kilat dan petir sepanjang wilayah.

Rusydi Al Mutawally, Koordinator Sahabat Surga Jakarta mengajak masyarakat tidak hanya menilai ini sebagai gejala alam biasa. Ini sebuah tanda yang harus menjadi intopreksi pemimpin Jakarta agar tidak terus menerus sombong.

“Belajar dari pengalaman seorang sufi yang mereka sangat bergembira jika hujan turun, karena disetiap titisan air hujan ada ribuan malaikat yang turun bersamanya Hujan. Hujan itu berkah, hujan itu mahkluk Tuhan yang mulia, hujan itu sang pencerah. Kenapa Jakarta tidak kebagian keberkahannya,” tegas Rusdy Rabu malam (22/2) kepada SERUJI.

Ia menyebut, sistem irigasi yang dibuat oleh pemda sudah cukup maksimal dan diperkirakan daerah yang banjir sudah tidak akan terkena banjir besar lagi. Tetapi apa yang terjadi? Lebih parah dan lebih rusak.

“Ternyata Allah tidak bisa disaingi oleh kehebatan teknologi manusia, manusia jangan sombong. Dan tidak boleh Ahok menyalahkan hujan,” tegas Rusdy yang dikenal sebagai dai muda bersama Dik Doank dalam komunitas Kandank Jurank.

Rusdy menilai, ada wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahajn hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya takabbur. Semakin ia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

“Lidah orang bijaksana berada didalam hatinya, dan hati orang dungu berada dibelakang lidahnya. Hujan bagian dari ilmu Allah yang harus kita pelajari. Mari bernari-nari dan bernyanyi ditengah hujan. Jangan memaki jangan memekik.”

EDITOR: Yus Arza

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.