Jakarta Tidak Kebagian Keberkahan Hujan, Karena Pemimpinnya Sombong

356

JAKARTA – Dalam beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan. Informasi dari BMKG sebaran hujan  merata hampir di seluruh kawasan. Munculnya aktifitas awan Cumulonimbus menyebabkan hujan lebat yang disertai kilat dan petir sepanjang wilayah.

Rusydi Al Mutawally, Koordinator Sahabat Surga Jakarta mengajak masyarakat tidak hanya menilai ini sebagai gejala alam biasa. Ini sebuah tanda yang harus menjadi intopreksi pemimpin Jakarta agar tidak terus menerus sombong.

“Belajar dari pengalaman seorang sufi yang mereka sangat bergembira jika hujan turun, karena disetiap titisan air hujan ada ribuan malaikat yang turun bersamanya Hujan. Hujan itu berkah, hujan itu mahkluk Tuhan yang mulia, hujan itu sang pencerah. Kenapa Jakarta tidak kebagian keberkahannya,” tegas Rusdy Rabu malam (22/2) kepada SERUJI.

Ia menyebut, sistem irigasi yang dibuat oleh pemda sudah cukup maksimal dan diperkirakan daerah yang banjir sudah tidak akan terkena banjir besar lagi. Tetapi apa yang terjadi? Lebih parah dan lebih rusak.

“Ternyata Allah tidak bisa disaingi oleh kehebatan teknologi manusia, manusia jangan sombong. Dan tidak boleh Ahok menyalahkan hujan,” tegas Rusdy yang dikenal sebagai dai muda bersama Dik Doank dalam komunitas Kandank Jurank.

Rusdy menilai, ada wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahajn hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya takabbur. Semakin ia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

“Lidah orang bijaksana berada didalam hatinya, dan hati orang dungu berada dibelakang lidahnya. Hujan bagian dari ilmu Allah yang harus kita pelajari. Mari bernari-nari dan bernyanyi ditengah hujan. Jangan memaki jangan memekik.”

EDITOR: Yus Arza

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama