IPW Desak Polri Pecat Perwira Polisi Yang Aniaya Wanita dan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar perwira menengah Polda Bangka Belitung, AKBP Y yang menganiaya dua wanita dan seorang anak yang dituduh mencuri, dipecat dan dibawa ke pengadilan.

“Tindakan yang dilakukan polisi di Babel itu adalah tindakan biadab yang tidak berperikemanusiaan yang bertolak belakang dari misi Kepolisian Indonesia sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi polisi,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane lewat rilis yang diterima SERUJI, Jumat (13/7).

Menurut Neta, setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan.

Apalagi, lanjutnya, pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, tentunya hukumannya harus lebih berat.

“Jangan hanya karena persoalan sepele, polisi bisa bertindak biadab dan bersikap arogan. Cara-cara seperti ini tidak boleh ditolerir dan jika dibiarkan oknum tersebut menjadi monster bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Kapolri Berang, Perwira Polisi Penganiaya Ibu dan Anak Ini Akhirnya Dimutasi

Dikatakan Neta bahwa pendidikan di kepolisian sebenarnya sudah cukup baik, namun mentalitasnya masih cukup parah.

“Masih sangat arogan sehingga mereka lupa sebagai pangayom masyarakat dan lupa sebagai aparatur penegak hukum,” katanya.

Akibatnya, lanjutnya, cenderung main hakim sendiri. “Semua ini terjadi akibat lemahnya sistem kontrol di polri dan atasan kerap tidak peduli dengan bawahan sehingga bawahan cenderung seenaknya sendiri,” pungkasnya. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

KUNTUM KHAIRA UMMATIN