IPPNU: Keputusan Donald Trump Bahayakan Stabilitas Global

0
57
Masjidil Aqsa di Yerusalem
Masjidil Aqsa di Kota Yerusalem. (foto:Tour Your Way)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Puti Hasni menilai keputusan Presiden Amerika Serikat yang akan memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem dan mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dapat membahayakan stabilitas global.

“Pernyataan dan keputusan itu sangat berbahaya bagi stabilitas global, terutama di kawasan Timur Tengah,” kata Puti di sela-sela aksi damai solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (8/12).

Puti mengatakan keputusan Trump itu sebaiknya digugat ke Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar ditanggapi dampak lebih lanjut dan dapat dipertimbangkan untuk dibatalkan.

Indonesia, katanya, dapat mengusulkan dan menyatakan sikap menolak keputusan Trump itu melalui Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) dan badan-badan otonomnya.

“PP IPPNU siap untuk menginstruksikan segenap jajarannya untuk menindaklanjuti keputusan dan sikap bersama oleh PBNU, baik melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya,” tuturnya.

Puti mengatakan PP IPPNU siap untuk menjalankan arahan kiai-kiai NU dan keputusan PBNU terkait sikap Donald Trump tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerussalem. Pernyataan itu mendapat kecaman dari pemimpin berbagai negara Islam, termasuk Presiden Indonesia Jokowi. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU