Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004). Kabar meninggalnya tokoh Persyarikatan Muhammadiyah ini menyebar dibeberapa group Whatsapp.

“Beliau wafat pada jam 19.00 WIB. Mohon doanya,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, yang dikutip dari Republika.co.id, Senin (7/9).

Prof Abdul Malik Fadjar adalah tokoh nasional yang telah mengemban amanah jabatan diberbagai pemerintahan di Indonesia. Saat Presiden RI dijabat BJ Habibie (1998-1999), Malik Fadjar diberi kepercayaan sebagai Menteri Agama.

Sementara, pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri (2001-2004), tokoh yang dikenal kesederhanaannya ini dipercaya mengurusi pendidikan di Indonesia sebagai Menteri Pendidikan Nasional.

Terakhir, tokoh kelahiran Yogyakarta, 22 Februari 1939 ini diberi kepercayaan oleh Presiden Jokowi untuk duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (2015 dan 2019).

Malik Fadjar yang tutup usia di umur 81 tahun adalah pendidik sejati. Memulai pengabdiannya sebagai seorang guru sejak di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963.

Karir gurunya berlanjut hingga beliau menjadi dosen Tarbiyah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983.

Pada tahun 1983 hingga 2000, Malik Fadjar dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bersamaan juga dipercaya sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 1994-1995.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER