Indonesia Terbaik Ketiga Pemberantasan Korupsi di Asean

0
36
anti korupsi (ilustrasi)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Indonesia saat ini, sudah memiliki prestasi yang cukup bagus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan berada pada posisi nomor tiga di Negara ASEAN.

“Hal itu, juga membanggakan bagi Indonesia, dalam pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan para penegak hukum di negeri tersebut,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dalam Diskusi Kampus “Talk Show” Festival Konstitusi Dan Antikorupsi 2018 yang dilaksanakan, di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Selasa (15/5).

Talk Show tersebut dengan tema:” Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi”. Merupakan kerja sama Universitas Sumatera Utara- Komisi Pemberantasan Korupsi- Mahkamah Konstitusi dan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Agus menyebutkan, pada tahun 1999 bahwa indeks korupsi di Indonesia sangat rendah yakni 17.

Sedangkan, indeks korupsi di Filipina yaitu 36, Malaysia 51 dan Singapura 86.

Namun, sekarang ini indeks korupsi di Indonesia dari 17 nilainya sudah mampu mencapai 37.

“Ini benar-benar suatu kemajuan, dalam pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan Indonesia,” ucapnya.

Ia mengatakan, lembaga penegak hukum KPK tetap bersinergi dengan Kejaksaan Agung, Polri dan Mahkmah Agung (MA) dalam menangani kasus korupsi yang merugikan keuangan negara.

Pemberantasan kasus korupsi tersebut, sudah merupakan suatu komitmen yang tegas para penegak hukum di negeri ini.

“Jadi, yang namanya kasus korupsi merugikan bangsa dan negara, harus tetap diproses secara hukum, karena hal ini juga dalam menegakkan konstitusi,” kata Ketua KPK itu.

Dalam diskusi kampus yang cukup meriah dan dihadiri ribuan mahasiswa USU itu, juga menghadirkan tiga orang nara sumber, yakni Ketua MPR RI diwakili Ketua Badan Pengkajian MPR, Bambang Sadono, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu,SH.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat pada tahun 2017, ada 30 orang kepala daerah menjadi tersangka kasus korupsi, dimana mayoritas merupakan bupati dan wakil bupati, yang jumlahnya mencapai 24 orang, sedangkan sisanya lima wali kota/wakil wali kota, dan satu orang Gubernur. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...