Indonesia Terbaik Ketiga Pemberantasan Korupsi di Asean

0
18
anti korupsi (ilustrasi)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Indonesia saat ini, sudah memiliki prestasi yang cukup bagus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan berada pada posisi nomor tiga di Negara ASEAN.

“Hal itu, juga membanggakan bagi Indonesia, dalam pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan para penegak hukum di negeri tersebut,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dalam Diskusi Kampus “Talk Show” Festival Konstitusi Dan Antikorupsi 2018 yang dilaksanakan, di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Selasa (15/5).

Talk Show tersebut dengan tema:” Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi”. Merupakan kerja sama Universitas Sumatera Utara- Komisi Pemberantasan Korupsi- Mahkamah Konstitusi dan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Agus menyebutkan, pada tahun 1999 bahwa indeks korupsi di Indonesia sangat rendah yakni 17.

Sedangkan, indeks korupsi di Filipina yaitu 36, Malaysia 51 dan Singapura 86.

Namun, sekarang ini indeks korupsi di Indonesia dari 17 nilainya sudah mampu mencapai 37.

“Ini benar-benar suatu kemajuan, dalam pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan Indonesia,” ucapnya.

Ia mengatakan, lembaga penegak hukum KPK tetap bersinergi dengan Kejaksaan Agung, Polri dan Mahkmah Agung (MA) dalam menangani kasus korupsi yang merugikan keuangan negara.

Pemberantasan kasus korupsi tersebut, sudah merupakan suatu komitmen yang tegas para penegak hukum di negeri ini.

“Jadi, yang namanya kasus korupsi merugikan bangsa dan negara, harus tetap diproses secara hukum, karena hal ini juga dalam menegakkan konstitusi,” kata Ketua KPK itu.

Dalam diskusi kampus yang cukup meriah dan dihadiri ribuan mahasiswa USU itu, juga menghadirkan tiga orang nara sumber, yakni Ketua MPR RI diwakili Ketua Badan Pengkajian MPR, Bambang Sadono, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu,SH.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat pada tahun 2017, ada 30 orang kepala daerah menjadi tersangka kasus korupsi, dimana mayoritas merupakan bupati dan wakil bupati, yang jumlahnya mencapai 24 orang, sedangkan sisanya lima wali kota/wakil wali kota, dan satu orang Gubernur. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Bencana Tanah Longsor di China, 5 Tewas

BEIJING, SERUJI.CO.ID - Bencana tanah longsor di Kota Chongqing, China, Ahad (20/5), merenggut lima nyawa warga dan melukai seorang. Pemerintah Kota Chongqing mengatakan bahwa lima korban...
tewas

Seorang Warga Aceh Tewas Tertimpa Pohon

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Seorang warga di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, diketahui tewas dalam kondisi tertindih reruntuhan bangunan dapur yang ringsek tertimpa pohon yang...
bus

Dishub Bantul Siapkan Ratusan Armada Angkutan Mudik

BANTUL, SERUJI.CO.ID - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan 210 armada untuk angkutan pemudik atau warga yang pulang kampung ke daerah itu...

Letusan Freatik Merapi, Desa Kaliurang Alami Hujan Abu

MAGELANG, SERUJI.CO.ID - Kawasan Desa Kaliurang, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terjadi hujan abu setelah letusan freatik kecil atau embusan dari Gunung Merapi pada...

Barca Menang Atas Sociedad pada Pertandingan Perpisahan Iniesta

BARCELONA, SERUJI.CO.ID - Tim juara Liga Spanyol Barcelona mengakhiri musim dengan kemenangan 1-0 atas tamunya Real Sociedad pada Ahad (20/5), berkat gol sensasional dari...