Indonesia Masih Menarik di Mata Investor Dunia

JAKARTA – Dalam hasil survey United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), menempatkan Indonesia di peringkat keempat sebagai tujuan investasi perusahaan multinasional. Hasil survey yang dilakukan oleh sejumlah lembaga global juga memperlihatkan hal yang sama. Ini mengindikasikan bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang menarik di mata investor dunia.

Dalam World Investment Report 2017, Indonesia berhasil melesat naik ke posisi keempat. Peringkat pertama ditempati oleh Amerika Serikat, disusul China dan India. Sebanyak 11 persen responden yang merupakan eksekutif dari berbagai perusahaan multinasional melihat Indonesia sebagai negara yang prospektif untuk berinvestasi.

unctad
Hasil survey United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)

Hal ini kemudian diperkuat pula oleh survei majalah terkemuka The Economist yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling atraktif ketiga untuk berinvestasi perusahaan-perusahaan multinasional. Sebanyak 53,7 persen responden menyatakan akan menaikkan investasinya di Indonesia. Nilai ini beda tipis dengan India yang menempati peringkat dua dengan nilai 55,7 persen.

Peringkat utang Indonesia oleh S&P juga naik menjadi layak investasi, ini juga mengindikasikan adanya perbaikan prospek investasi. Tercatat, ada empat lembaga pemeringkat utang terbesar di dunia yang sudah memberikan peringkat layak investasi bagi Indonesia. Empat lembaga pemeringkat utang terbesar yang dimaksud adalah Moody’s, Fitch Group, Standard & Poor’s dan Japan Credit Rating Agency.

Hal yang memperkuat lainnya adalah adanya kenaikan 15 peringkat dalam indeks kemudahan berbisnis yang dikeluarkan Bank Dunia. (JarotS/IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.