Indonesia Kuasai Pasar Batik Dunia

0
13
Perajin batik Pekalongan (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Indonesia menguasai pasar batik dunia serta telah menjadi penggerak perekonomian di regional dan nasional dengan menyediakan ribuan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara.

“Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia menjadi ‘market leader’ yang menguasai pasar batik dunia, kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (15/5).

Gati menyampaikan hal itu saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Batik Warisan Budaya XII di Plasa Pameran Kementerian Perindustrian.

Saat ini industri batik didominasi oleh industri kecil dan menengah yang tersebar di 101 sentra. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.

Kemenperin mencatat nilai ekspor batik dan produk batik 2017 mencapai 58,46 juta dolar AS dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Gati menyampaikan, perdagangan produk pakaian jadi dunia yang mencapai 442 miliar dolar AS menjadi peluang besar bagi industri batik untuk meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

Saat ini Industri batik dituntut untuk menjadi industri yang ramah lingkungan dengan menggunakan zat warna alam pada produk batik merupakan solusi dalam mengurangi dampak pencemaran dan bahkan menjadikan batik sebagai “eco-product” bernilai ekonomi tinggi.

“Pengembangan zat warna alam juga turut mengurangi importasi zat warna sintetik. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif dan dinamis, preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, batik warna alam hadir menjawab tantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar.

Kementerian Perindustrian terus berupaya mengembangkan industri batik nasional, peningkatan kompetensi SDM, pengembangaan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin atau peralatan serta promosi dan pameran diberikan kepada para perajin dan pelaku usaha batik untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas produksinya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...