Indonesia Bubar 2030, Mohammad Nuh: Hanya Ilusi

0
70
Prediksi Indonesia bubar 2030
Gubernur Jatim Soekarwo bersama jajaran Rektorat UNUSA dan Ketua Yayasan RSI Jemursari M. Nuh di Cafe Fastron, Kampus B UNUSA, Surabaya, Jumat (23/3/2018). (foto: Luhur/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA menganggap pernyataan terkait prediksi bubarnya Indonesia pada tahun 2030 oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, hanyalah ilusi.

“Saya berkeyakinan tidak mungkin tahun 2030 Indonesia bubar, itu ilusi, kami tidak mau pernyataan dengan memprediksi suatu hal yang bukan opsi, kita harus bercermin tahun 1998, saat kejadian reformasi,” ujar Nuh kepada media di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di Surabaya, Jumat (23/3).

Saat kejadian reformasi, jelas Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, (Yarsis) ini,  hampir semua orang menyatakan Indonesia akan mengalami perpecahan dan bubar, namun 10 tahun kemudian hal itu tak pernah terjadi.

“Kondisi Indonesia setelah mengalami krisis moneter yang disusul kejadian reformasi malah semua kembali normal meski bertahap,” ujarnya.

Mantan Rektor ITS ini meminta masyarakat membuang jauh-jauh prediksi tersebut, meski harus tetap berwaspada agar kejadian yang tidak diinginkan tersebut, tidak terjadi.

“Solusinya dibidang pendidikan dan kesehatan, di sekolah diterapkan dengan baik, maka Insyaallah prediksi Indonesia bubar 2030 tersebut hanyalah ilusi dan bukan suatu opsi, bahkan kita malah membuat opsi tahun 2045 adalah 100 tahun Indonesia Merdeka, justru itu peringatan puncak kejayaan Indonesia,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyampaikan prediksi kalangan luar negeri bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Pernyataan ada dalam video yang dimuat di akun Facebook resmi Partai Gerindra pada Senin (19/3). (Devan/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU