Indef: Program Penurunan Kemiskinan Harus Berkelanjutan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, persoalan kemiskinan bukan hanya soal angka yang turun. Sebab, angka kemiskinan bisa saja turun dalam sekejap melalui berbagai program sosial pemerintah.

Namun, apabila tidak disiapkan strategi yang matang dan berkelanjutan. Maka, kemiskinan dan ketimpangan bakal meningkat lagi dengan cepat.

Apalagi, kata Eko, kalau melihat politik anggaran 2018, arahnya memang ditujukan supaya lebih banyak berdampak pada masyarakat miskin. Program ini dinilai tak produktif.

“Bentuknya hanya sekedar ngasih ‘ikan’ dengan bansos, belanja sosial dan cash tranfer dalam bentuk non tunai. Memang dengan itu sangat mungkin dapat menurunkan kemiskinan,” kata Eko, di Jakarta, Kamis (4/1).

‎Eko khawatir, dengan anggaran yang begitu besar untuk belanja sosial hanya karena mendekati tahun politik. Dan setelah tahun politik berakhir, kemiskinan akan naik lagi.

“Karena begitu mereka terima bantuan langsung tunai (BLT) dan yang non tunai itu, terus kemudian disurvei, ya mereka nggak miskin lagi. Wong katakanlah ditambah Rp100 ribu perbulan saja sudah nggak jadi miskin dari income yang ada,” kata dia.

Dengan banyaknya program pengentasan kemiskinan tersebut, menurut Eko memang dapat menurunkan kemiskinan secara kuantitatif. Namun, belum tentu menjamin dapat menurunkan kemiskinan secara riil. Artinya, kedalaman maupun keparahan tingkat kemiskinan masih terlalu tinggi. “Di situ tantanganya,” katanya.

Karenanya, menurut Eko, pengentasan kemiskinan seharusnya diikuti dengan penurunan indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan. Sebab, kalau hanya sekedar agregat saja, maka persoalan  kemiskinan belum tentu bisa terjawab secara tuntas.

‎Lanjut dia, indeks kedalaman kemiskinan pada bulan September 2017 yang dipatok Rp387.160 per kapita perbulan sebenarnya sudah tak ideal lagi. Bahkan, angka tersebut sangat tidak layak untuk provinsi DKI Jakarta.

“‎Rp387 ribu itu bisa dapat apa di Jakarta. Ka sebetulnya sudah miskin banget itu. Kalau mau ideal ya pakai standarnya dunia 2 dollar AS per hari, atau Rp27.000 per hari kalikan 30 hari, sudah lebih dari Rp600 ribu. Itu kalau mau ngomong idealnya. Jadi sebenarnya kita tidak ideal, dan belum mengacu pada standar internasional,” tukasnya.

Dia menjelaskan, bentuk-bentuk penanganan kemiskinan seharusnya lebih berupa pemberdayaan. Dibandingkan hanya dengan sekedar memberikan BLT non tunai, pemerintaj lebih baik mengarahkan programnya kepada pengembangan skill dan akses modal.

“Itu yang bisa membuat pengentasan kemiskinan bisa sustaine. Tidak hanya sekedar dikasih bantuan karena jelang tahun politik, tapi nanti setelah tahun politik BLT dicabut kemiskinan ikut naik. Kalau ini terjadi, ya sama saja mengulang periode pemerintahan sebelumnya. Pemilu 2009, dan 2014 bansosnya ikut naik,””kata dia.

Seperti diketahui, ‎Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun 10 persen dari total penduduk tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan per September 2017 berada di angka 10,12 persen atau melorot 0,52 persen poin dibanding posisi Maret 2017, yakni 10,64 persen. (Achmad/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.