Iklan Beasiswa Bulu Tangkis dari Industri Rokok Dilaporkan

0
92
ylki
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. (Foto: Dok YLKI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Empat organisasi yang memiliki perhatian pada pengendalian tembakau melaporkan iklan beasiswa bulu tangkis milik salah satu industri rokok yang menampilkan anak-anak ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/10), Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T), Komnas Pengendalian Tembakau, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Yayasan Lentera Anak menilai iklan tersebut melanggar sejumlah peraturan.

Peraturan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI.

Mereka meminta Kemenkominfo untuk memblokir semua iklan dan bentuk promosi yang dilakukan industri rokok berkedok beasiswa bulu tangkis yang terdapat di internet dan meminta KPI memberikan sanksi kepada stasiun-stasiun televisi yang menayangkan iklan tersebut.

Pasal 36 PP Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan menyebutkan sponsor industri tembakau hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk “brand image” produk tembakau.

Iklan beasiswa bulu tangkis yang beredar di masyarakat itu jelas-jelas menunjukkan nama, logo dan “brand image” produk sehingga ikut mempromosikan produk rokok.

Iklan tersebut juga menampilkan anak-anak sebagai model sehingga melanggar Pasal 47 Ayat (1) PP tersebut. Para pelapor menilai menyertakan anak-anak sebagai bintang iklan untuk mempromosikan rokok adalah hal yang tidak etis dan melanggar perlindungan anak.

Iklan tersebut dinilai memperalat dan mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan produk yang berbahaya dan adiktif.

Sementara itu, Pasal 59 Ayat (2) SPS yang dikeluarkan KPI menyebutkan program siaran yang berisi segala bentuk dan strategi promosi yang dibuat oleh produsen rokok wajib dikategorikan sebagai iklan rokok.

Karena itu, iklan tersebut seharusnya hanya boleh disiarkan pada waktu yang diperbolehkan bagi iklan rokok, yaitu pukul 21.30 hingga 05.00 waktu setempat. Namun, iklan tersebut tayang di luar waktu yang diperbolehkan.

Iklan dengan menampilkan anak-anak itu juga melanggar Pasal 15 Ayat (1) SPS yang menyebutkan program siaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja.

JP3T, Komnas Pengendalian Tembakau, YLKI dan Lentera Anak meminta Kemenkominfo dan KPI tidak ragu-ragu untuk bertindak tegas menegakkan kewenangannya terhadap pelanggaran tersebut. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Menangkap Pengedar Tramadol 1.000 Butir

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap seorang tersangka bernama Hartawan (36) diduga sebagai pengedar obat terlarang...
narkoba

Polisi Menangkap Lima Pelajar Pekanbaru Pesta Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Tenayan Rayan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap lima pelajar yang terdiri atas empat remaja pria dan seorang remaja perempuan...

Persija Ingin Akhiri Penyisihan AFC Dengan Kemenangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta ingin mengakhiri pertandingan penyisihan Grup H Piala AFC dengan kemenangan di kandang Tampines Rovers Singapura, Selasa (24/4), karena dengan meraih...

Polres Cianjur Amankan Dua Perempuan Konsumsi Obat Terlarang

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan dua orang perempuan dari tempat hiburan karena diduga mengkonsumsi obat terlarang saat menggelar operasi cipta kondisi bersama...
bambang soesatyo

DPR: Akselerasi Jaringan Internet di Indonesia Bagian Tengah dan Timur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mengakselerasi jaringan internet di Indonesia bagian Tengah dan Timur, yaitu dengan menyiapkan dan memfungsikan...