Iklan Beasiswa Bulu Tangkis dari Industri Rokok Dilaporkan

0
67
ylki
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. (Foto: Dok YLKI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Empat organisasi yang memiliki perhatian pada pengendalian tembakau melaporkan iklan beasiswa bulu tangkis milik salah satu industri rokok yang menampilkan anak-anak ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/10), Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T), Komnas Pengendalian Tembakau, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Yayasan Lentera Anak menilai iklan tersebut melanggar sejumlah peraturan.

Peraturan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI.

Mereka meminta Kemenkominfo untuk memblokir semua iklan dan bentuk promosi yang dilakukan industri rokok berkedok beasiswa bulu tangkis yang terdapat di internet dan meminta KPI memberikan sanksi kepada stasiun-stasiun televisi yang menayangkan iklan tersebut.

Pasal 36 PP Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan menyebutkan sponsor industri tembakau hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk “brand image” produk tembakau.

Iklan beasiswa bulu tangkis yang beredar di masyarakat itu jelas-jelas menunjukkan nama, logo dan “brand image” produk sehingga ikut mempromosikan produk rokok.

Iklan tersebut juga menampilkan anak-anak sebagai model sehingga melanggar Pasal 47 Ayat (1) PP tersebut. Para pelapor menilai menyertakan anak-anak sebagai bintang iklan untuk mempromosikan rokok adalah hal yang tidak etis dan melanggar perlindungan anak.

Iklan tersebut dinilai memperalat dan mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan produk yang berbahaya dan adiktif.

Sementara itu, Pasal 59 Ayat (2) SPS yang dikeluarkan KPI menyebutkan program siaran yang berisi segala bentuk dan strategi promosi yang dibuat oleh produsen rokok wajib dikategorikan sebagai iklan rokok.

Karena itu, iklan tersebut seharusnya hanya boleh disiarkan pada waktu yang diperbolehkan bagi iklan rokok, yaitu pukul 21.30 hingga 05.00 waktu setempat. Namun, iklan tersebut tayang di luar waktu yang diperbolehkan.

Iklan dengan menampilkan anak-anak itu juga melanggar Pasal 15 Ayat (1) SPS yang menyebutkan program siaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja.

JP3T, Komnas Pengendalian Tembakau, YLKI dan Lentera Anak meminta Kemenkominfo dan KPI tidak ragu-ragu untuk bertindak tegas menegakkan kewenangannya terhadap pelanggaran tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPU

3 Paslon Pilkada Madiun Penuhi Syarat Kesehatan

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Tiga bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit...
Sikakap

Mentawai Dijadikan Pusat Pengembangan Perikanan Laut

SIKAKAP, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memback up kegiatan pengembangan ekonomi Kabupaten Mentawai melalui peningkatan pengembangan perikanan laut yang dipusatkan di Pulau Sikakap,...
Rita widyasari ditahan

KPK Telusuri Perolehan Aset Rita Widyasari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan asal perolehan aset dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif...

KPK Dalami Kasus Suap Mantan Ketua DPRD Malang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK terus mendalami dugaan penerimaan suap dari Pemkot Malang kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang merupakan tersangka tindak...

“Flight Pass” Pesawat F-16 Warnai Sertijab KSAU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  "Flight pass" enam pesawat tempur F-16 mewarnai serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...