Hidayat: Silaturahim GNPF MUI dan Presiden Bisa Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa

0
112
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

JAKARTA – Di momen Lebaran kemarin, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengapresiasi pertemuan tersebut.

“Secara prinsip saya mengapresiasi pertemuan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi kemarin,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis, Selasa (27/6)

Hidayat mengungkapkan GNPF MUI sudah sejak lama ingin mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi. Bahkan, sejak Aksi Bela Islam pada 4 Nopember 2016 atau 411 sudah ada keinginan untuk bertemu dengan presiden.

“Alhamdulillah, dalam suasana Idul Fitri yang menghadirkan halal bi halal, telah terjadi pertemuan antara GNPF MUI dengan Presiden Jokowi,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sosial (PKS) itu.

Hidayat berharap pertemuan itu menghadirkan semangat baru dan lembaran baru serta menjauhkan dari upaya provokasi menghadap-hadapkan antara pemerintah dan umat Islam serta tokoh Islam, atau antara TNI-Polri dengan umat Islam.

“Janganlah saling berhadap-hadapan. Karena kalau itu terjadi maka akan merugikan negara, TNI-Polri, bangsa, dan umat Islam. Dan yang diuntungkan adalah mereka yang anti NKRI, anti Pancasila, serta menginginkan Indonesia tetap lemah dan Indonesia yang tidak damai. Bahkan mungkin mereka adalah kelompok yang anti agama,” ujarnya.

Hidayat juga berharap pertemuan itu dilanjutkan dengan tindakan konkrit dari pihak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis yang disebut melakukan makar.

“Jadi saya berharap sekali lagi pertemuan kemarin menjadi berkah untuk kemudian dihentikannya kriminalisasi pada ulama, fitnah kepada ulama, dan dihentikan aksi-aksi yang lebih banyak fitnahnya daripada fakta hukumnya, dan mereka yang ditahan karena tuduhan yang tidak berdasar juga untuk segera diselesaikan,” ujar Hidayat

Menurut Hidayat, silaturahim seperti yang ditunjukkan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi bisa berdampak positif yang sangat luas. Semangat silaturahim, kebersamaan dan persatuan diharapkan bisa teraktualisasi pada kehidupan sehari-hari meski lebaran usai.

“Pertemuan tersebut sangat penting untuk dilanjutkan dalam skala yang lebih luas. Intinya, semangat silaturahim dan halal bihalal adalah semangat yang sangat baik untuk menegaskan kembali bahwa kita adalah sebagai satu bangsa dan negara serta satu komitmen untuk NKRI,” terang Hidayat.

Hidayat berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi konkret terhadap masalah SARA, makar hingga kasus Habib Rizieq.

“Silaturahim bisa menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Segala permasalahan bangsa terutama terkait dengan perbedaan antar rakyat yang berdampak pada keutuhan NKRI bisa dicarikan solusinya dengan bersilaturahim,” pungkasnya. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...