Hanya Karena Teriakan “Allahu Akbar”, Pria Ini Didenda Hampir Rp3 Juta

SWISS, SERUJI.CO.ID – Seorang pria berusia 22 tahun, bernama Orhan E harus membayar denda kepada penegak hukum di negara Swiss akibat tindakannya meneriakkan ‘Allahu Akbar’ di depan umum.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, hari ini, Jumat (11/1) peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei 2018. Namun, baru diketahui publik pekan ini setelah Orhan mengungkap kisahnya.

Orham membela dirinya bahwa ia berteriak ‘Allahu Akbar’ yang bermakna ‘Tuhan Maha Besar’ sebagai ekpresi saat bertemu dengan sahabat yang sudah lama tak bertemu, di tempat parkir di kota Schaffhausen, sebuah kota di Swiss Utara.

Teriakan pria tersebut, didengar oleh seorang polisi wanita yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Polisi tersebut kemudian mendekati Orhan dan menyerahkan kasusnya pada penegak hukum kota setempat.

Pihak kepolsian, sebagai ditulis Rusian Today, menganggap teriakan “Allahu Akbar” yang diucapkan Orhan di depan publik merupakan gangguan. Pasalnya, kata polisi Swiss, frasa itu kerap disalahgunakan oleh para teroris saat melakukan serangan di sejumlah wilayah di Eropa.

Menurut kepolisian setempat, Orham mengucapkan frasa tersebut dengan jelas dan keras, yang dianggap dapat membuat kepanikan publik.

“Pada saat itu, ada kemungkinan orang menjadi takut dan ngeri,” kata Juru Bicara kepolisian kota, Patrick Caprez.

Atas kejadian tersebut, Orhan dijatuhkan denda sebeser 150 francs Swiss dan diwajibkan membayar administrasi sebesar 60 francs. Total ia harus membayar sebesar 210 francs atau setara dengan USD 213 yang jika dikurskan hampir mencapai Rp3 juta (rate USD1=Rp14.000).

Kepala polisi Romeo Bettini mengatakan bahwa petugas akan bertindak dengan cara yang sama jika seseorang meneriakkan kata-kata kotor di ruang publik. Dia juga menekankan bahwa sangat keliru jika ada yang mengatakan bahwa kalimat ‘Allahu Akbar’ dilarang di Schaffhausen. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER