Hanya Karena Teriakan “Allahu Akbar”, Pria Ini Didenda Hampir Rp3 Juta

0
53
  • 6
    Shares
Polisi Swiss. (foto: Rusian Today/AFP)

SWISS, SERUJI.CO.ID – Seorang pria berusia 22 tahun, bernama Orhan E harus membayar denda kepada penegak hukum di negara Swiss akibat tindakannya meneriakkan ‘Allahu Akbar’ di depan umum.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, hari ini, Jumat (11/1) peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei 2018. Namun, baru diketahui publik pekan ini setelah Orhan mengungkap kisahnya.

Orham membela dirinya bahwa ia berteriak ‘Allahu Akbar’ yang bermakna ‘Tuhan Maha Besar’ sebagai ekpresi saat bertemu dengan sahabat yang sudah lama tak bertemu, di tempat parkir di kota Schaffhausen, sebuah kota di Swiss Utara.

Teriakan pria tersebut, didengar oleh seorang polisi wanita yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Polisi tersebut kemudian mendekati Orhan dan menyerahkan kasusnya pada penegak hukum kota setempat.

Pihak kepolsian, sebagai ditulis Rusian Today, menganggap teriakan “Allahu Akbar” yang diucapkan Orhan di depan publik merupakan gangguan. Pasalnya, kata polisi Swiss, frasa itu kerap disalahgunakan oleh para teroris saat melakukan serangan di sejumlah wilayah di Eropa.

Menurut kepolisian setempat, Orham mengucapkan frasa tersebut dengan jelas dan keras, yang dianggap dapat membuat kepanikan publik.

“Pada saat itu, ada kemungkinan orang menjadi takut dan ngeri,” kata Juru Bicara kepolisian kota, Patrick Caprez.

Atas kejadian tersebut, Orhan dijatuhkan denda sebeser 150 francs Swiss dan diwajibkan membayar administrasi sebesar 60 francs. Total ia harus membayar sebesar 210 francs atau setara dengan USD 213 yang jika dikurskan hampir mencapai Rp3 juta (rate USD1=Rp14.000).

Kepala polisi Romeo Bettini mengatakan bahwa petugas akan bertindak dengan cara yang sama jika seseorang meneriakkan kata-kata kotor di ruang publik. Dia juga menekankan bahwa sangat keliru jika ada yang mengatakan bahwa kalimat ‘Allahu Akbar’ dilarang di Schaffhausen. (Hrn)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU