Hakim Konstitusi Ingatkan Batas Waktu Penyerahan Bukti Pemohon Sengketa Pileg

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hakim Konstitusi Arief Hidayat kembali mengingatkan seluruh pemohon perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 terkait batas waktu penyerahan bukti tambahan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sekali lagi saya ingatkan, bukti tambahan bisa diserahkan paling lambat pada Jumat ini setelah sidang untuk masing-masing perkara diselesaikan,” ujar Arief dalam sidang pemeriksaan pendahuluan sengketa Pemilu Legislatif 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Jumat (12/7).

Arief mengatakan hal tersebut ketika kuasa hukum Partai Bulan Bintang (PBB) untuk perkara dari daerah pemilihan Provinsi Jambi, Meizaldi Mufti, meminta supaya diizinkan menyerahkan bukti tambahan.

Arief kemudian menjelaskan bahwa sejak Selasa (9/7) hingga Jumat (12/7) ini agenda sidang perkara sengketa hasil Pileg 2019 adalah mendengarkan permohonan pemohon. Kemudian sejak Senin (15/7) hingga Kamis (18/7) agenda sidang perkara sengketa hasil Pileg 2019 adalah mendengarkan jawaban termohon (KPU), pihak terkait dan Bawaslu.

“Kemudian sembilan Hakim Konstitusi akan menilai dan melihat seluruh perkara yang dimohonkan untuk dibawa dalam Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) untuk memutus apakah perkara tersebut bisa dilanjutkan atau didismisal (tidak dapat dilanjutkan),” kata Arief.

Karena itu seluruh bukti tambahan harus diserahkan sebelum sidang untuk masing-masing perkara dinyatakan selesai.

Namun kemudian Mufti kembali menanyakan apakah pihaknya dapat menyerahkan bukti tambahan pada hari Jumat (12/7) ini namun setelah sidang selesai mengingat adanya waktu 24 jam dalam satu hari.

Arief kemudian kembali menegaskan bahwa seluruh bukti tambahan yang diserahkan menyusul, sudah harus diserahkan sebelum sidang untuk tiap-tiap perkara dinyatakan berakhir sehingga dapat diterima oleh Majelis Hakim untuk diverifikasi dan kemudian disahkan sebagai alat bukti.

“Kalau mau diserahkan menunggu 24 jam ya silahkan saja, berarti yang terima berkas nanti penunggu gedung ini, bisa jadi mahkluk halus, karena sidang dan kegiatan di gedung ini sudah selesai,” tegas Arief.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER