FKPT: Media Jangan Jadi Penyampai Pesan Teroris

0
58
Polres Dharmasraya
Bangunan Mapolres Dharmasraya yang ludes dibakar. (Foto: Istimewa)

PADANG, SERUJI.CO.ID – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar, mengimbau media massa untuk tidak menjadi penyampai pesan terorisme lewat pemberitaan yang dilakukan secara besar-besaran.

“Kasus pembakaran Mapolres Dharmasraya tujuannya hanya untuk menunjukan kelompok radikal masih ada, jika kasus tersebut diberitakan secara besar-besaran maka secara tidak langsung media menjadi penyampai pesan bahwa teroris masih ada,” kata Kabid Humas dan Media FKPT Sumbar, Eko Yanche Edrie di Padang, Selasa (14/11).

Menurutnya dalam memberitakan kasus teror media juga harus mempertimbangkan implikasi dari sebuah pemberitaan.

“Sebab target pelaku teror setelah melakukan aksi adalah apa yang mereka kerjakan disebarluaskan oleh media sebagai bukti mereka masih eksis,” tambahnya.

Akan tetapi ia melihat dalam kasus pembakaran Mapolres Dharmasraya secara umum pemberitaan media di Sumbar sudah cukup proporsional dan tidak ada yang langsung menjustifikasi bahwa ini adalah teroris.

“Kemudian tidak ada juga yang membela dua pelaku meskipun yang bersangkutan tewas ditembak oleh aparat,” lanjutnya.

Namun di media sosial ia melihat masih banyak masyarakat yang kebablasan dengan menayangkan foto pelaku yang ditembak mati hingga surat wasiat yang dibuat.

“Ini memang tidak bisa dikontrol, namun sebaiknya masyarakat lebih bijaksana dalam mempublikasikannya agar tidak menjadi perpanjangtanganan pelaku teror,” katanya.

Jika masyarakat secara serampangan menyebarkan foto-foto pelaku teror di media sosial ada dampaknya.

Sebelumnya bangunan Markas Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumbar ludes terbakar setelah dibakar oleh dua orang tidak dikenal pada Ahad dini hari (12/11) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal menyatakan polisi telah mengantongi identitas kedua pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran Mapolres Dharmasraya.

“Pelaku dua orang yaitu Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25), keduanya berasal dari Provinsi Jambi,” ujarnya. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...