Festival Indonesia Akan Kembali Digelar di Moskow

JAKARTA-Indonesia akan kembali menggelar Festival Indonesia di Moskow, Rusia pada awal Agustus 2017. Festival Indonesia ini merupakan upaya diplomasi ekonomi Indonesia di Rusia. Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan dalam sambutan rapat koordinasi pertemuan persiapan Festival Indonesia di Moskow tahun 2017 yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI.

Sebagaimana direalese Kemenlu RI, Kamis (16/02/2017), Pertemuan dihadiri oleh sekitar 140 orang peserta, yaitu dari perusahaan dan asosiasi pengusaha yang bergerak di berbagai bidang, seperti kerajinan, kuliner, fesyen, komoditi pertanian dan holtikultura, logistik, dan pariwisata. Selain itu hadir pula perwakilan dari berbagai Pemerintah Daerah/Kabupaten/Kota dan Kementerian/Lembaga terkait. Sejumlah peserta yang hadir menyatakan ketertarikan untuk ikut serta pada Festival Indonesia tersebut.

Ridwan Hassan menyampaikan apresiasi atas upaya KBRI Moskow dalam penyelenggaraan Festival Indonesia ini dan mengharapkan Festival dapat memberikan hasil nyata untuk peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Rusia, peningkatan investasi dan wisatawan Rusia ke Indonesia.

“Besarnya peluang Rusia bagi Indonesia terlihat dari ekspor Indonesia ke Rusia yang cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir,” kata Ridwan Hassan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi memaparkan pelaksanaan Festival Indonesia tahun 2017 di Moskow. Dikatakan bahwa Festival Indonesia yang akan berlangsung tanggal 4-6 Agustus tersebut diharapkan dapat dikunjungi 90 ribu warga Rusia. Bentuk kegiatan selama Festival antara lain temu bisnis, pameran dan pentas budaya Indonesia.

Menurut Duta Besar Wahid Supriyadi, peluang pasar Rusia yang dapat dimanfaatkan Indonesia sangat besar, antara lain melalui Festival Indonesia kedua ini. Ditambahkan bahwa KBRI Moskow mengundang para peserta dari Indonesia untuk ambil bagian dalam Festival tersebut.

Pernyataan Dubes Wahid Supriyadi diamini langsung oleh Direktur CV Hen’s Co, Heriyandri yang bergerak di bidang ekspor komoditi pertanian dan hortikultura. Heriyandri berpandangan bahwa banyak hal di Indonesia yang sepertinya biasa-biasa saja, tetapi apabila dijual di Rusia merupakan suatu potensi yang besar.

“Saya sudah dapat kontrak kerja sama,” ujar Heriyandri yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Rusia.

Festival Indonesia pertama telah berhasil diselenggarakan di Moskow pada 20-21 Agustus 2016. Meskipun persiapan yang cukup singkat, Festival pertama mendapat sambutan dan antusias yang besar dari para peserta Indonesia dan banyaknya pengunjung warga Rusia yang mencapai 68.297 orang. Kegiatan-kegiatan selama Festival antara lain pameran produk Indonesia, pertunjukan seni dan budaya Indonesia, temu bisnis dan layanan informasi tentang Indonesia.

EDITOR : Yus Arza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahmad Dhani The Warrior

Jika John Lennon mampu menciptakan "protest song" seperti "Give peace a chance" atau "imagine", tanpa penderitaan di penjara, maka Dhani akan mampu lebih hebat dari Lennon. Maksudnya, dia selain penggubah lagu/syair dan penyanyi, akan sekaligus menjadi sang pejuang. Ahmad Dhani The Warrior.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik