Fakta Mengejutkan, Leluhur Asal Indonesia di Caledonia Sudah 120 Tahun

0
417
KJRI Noumea memperingati 121 tahun kedatangan leluhur Indonesia di New Caledonia (KJRI Noumea)

JAKARTA –  Indonesia memiliki sejarah panjang di wilayah seberang lautan di kawasan Pasifik Selatan. Tepat 16 Februari 1896, sekitar 170 orang pekerja asal Jawa pertama kali tiba di Teluk Orphelinat, Noumea, New Caledonia. Tanggal tersebut menjadi peristiwa penting yang diperingati sebagai hari kedatangan pertama kali leluhur dari Jawa ke New Caledonia.

Walikota Noumea, Sonia Lagarde dalam upacara peletakan karangan bunga peringatan 121 tahun kedatangan leluhur Indonesia mengatakan, Komunitas Indonesia memiliki peranan penting dalam pembangunan New Caledonia dari dahulu hingga saat ini.

“Pertama kali orang Indonesia datang ke New Caledonia bekerja banting tulang dengan kesulitan. Sekarang keturunannya menikmati hasil kerja keras pendahulu dengan sukses berkarya di berbagai sektor industri, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” kata Sonia, seperti dikutip keterangan tertulis KJRI Noumea, yang diterima VIVA.co.id, Jumat 17 Februari 2017.

Keberadaan orang Jawa di New Caledonia ini diawali dengan penetapan peraturan Koeli Ordonantie tahun 1880, yang salah satunya menjamin ketersedian tenaga kerja untuk perkebunan Belanda di wilayah jajahannya.

Prancis, yang menduduki New Caledonia, kemudian meminta tenaga kerja dari Pulau Jawa, untuk dipekerjakan di perkebunan kopi dan pertambangan nikel New Caledonia.

Pengiriman tenaga kerja asal Indonesia terus berlanjut hingga tahun 1948, hingga mencapai sekitar 19,500 orang. Setelah Indonesia merdeka, banyak diantaranya kembali ke tanah air, namun tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk menetap.

Orang Jawa yang menetap tersebut kemudian terus berkembang dan berintegrasi dengan komunitas lainnya hingga saat ini. Berdasarkan catatan badan statistik setempat, terdapat 3,851 orang yang masih mengaku sebagai keturunan Indonesia, sementara sisanya memilih untuk menyatakan diri sebagai warga “Kaledonia”.

Thierry Timan, Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK), menyatakan meskipun para pemuda diaspora tidak dapat berbicara bahasa Indonesia, dengan perubahan gaya dan sikap yang lebih global, namun jauh di lubuk hati dan pikiran mereka (generasi muda diaspora Indonesia) tertanam nilai-nilai Indonesia yang dibawa oleh para sesepuh mereka.

Sebelum meletakkan karangan bunga di tugu sebagai simbol penghormatan, Konjen RI Noumea, Widyarka Ryananta menyampaikan, “Semoga diaspora muda Indonesia dapat termotivasi, terinispirasi dan meneruskan semangat dari para pendahulu mereka untuk berperan lebih aktif bagi kemajuan New Caledonia dan mendukung peningkatan kerja sama antara Indonesia dan New Caledonia di masa depan.”

EDITOR: Yus Arza

 

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

trump, kim jong un

Trump Akan Tambah Sanksi untuk Tekan Korea Utara

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Kamis (21/9), AS akan mengeluarkan lebih banyak sanksi terhadap Korea Utara. Sementara itu, sekutu-sekutu AS menginginkan...
rumah sakit

Bayi Yang Ditahan Rumah Sakit Karawang Meninggal Dunia

KARAWANG - Bayi laki-laki dari pasangan Ny Heni Sudiar dan Manaf yang sempat ditahan Rumah Sakit Intan Barokah, karena tidak mampu membayar tagihan biaya...

Zulkifli: Umat Islam Potensi Kekuatan Ekonomi Politik

MAGELANG - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan penduduk Indonesia mayoritas Islam merupakan potensi yang sangat besar untuk dikonversi menjadi kekuatan ekonomi dan politik...

Polisi Amankan Pemuda Mengamuk di Liponsos Surabaya

SURABAYA - Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo Surabaya mengamankan seorang pemuda berusia 28 tahun yang mengamuk di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sukolilo Surabaya. Kepala Unit Reserse...

Polisi Selidiki Senpi Yang Dititipkan ke Rumah Warga

PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, menyelidiki temuan senjata api (senpi) genggam semiotomatis jenis FN kaliber 9 milimeter yang ditipkan oleh orang tak...

Empat Tersangka Kasus Perkelahian ala ‘Gladiator’ Terancam 15 Tahun Penjara

BOGOR - Empat orang tersangka kasus "gladiator" yang menewaskan seorang siswa SMA Budi Mulya Kota Bogor, Jawa Barat telah ditangkap, keempatnya terancam hukuman 15...