Dua Perusahaan E-Commerce Tunggu Izin Uang Elektronik BI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dua perusahaan niaga online atau “e-commerce” masih menghentikan layanan isi saldo uang elektroniknya karena pengajuan izin belum dikabulkan oleh Bank Indonesia.

Kepala Transaksi Finansial Bukalapak, Destya Pradityo, di Jakarta, Selasa (6/3), mengatakan saat ini jika saldo di layanan dompet elektronik Bukalapak, yakni Bukadompet, habis, maka pengguna harus memilih layanan pembayaran lainnya seperti transfer bank.

Destya mengatakan Bukalapak sudah mengajukan izin untuk uang elektronik sejak Oktober 2017 atau akhir kuartal III 2017.

“Untuk uang elektronik memang belum ada izinnya. Isi saldo belum bisa. Mungkin karena izinya masih dalam antrean juga di sisi internal BI,” ujarnya.

Destya mengatakan BI meminta Bukalapak untuk menunggu hingga proses verifikasi syarat izin itu selesai. Secara periodik, kata dia, BI juga mengkomunikasikan perkembangan regulasi di industri sistem pembayaran kepada pelaku “e-commerce”.

Layanan isi saldo BukaDompet milik Bukalapak dibekukan pada awal Oktober 2017 karena telah memiliki dana mengendap lebih dari Rp 1 miliar , namun belum berizin. Kewajiban perizinan itu sesuai Pasal 5 Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir melalui PBI Nomor 18/17/PBI/2016.

Sementara itu, Kepala Kemitraan Shopee Jeannifer Suryadjaja mengatakan izin isi saldo dompet elektronik Shopee, ShopeePay, juga dibekukan sejak dua bulan yang lalu.

Jeaniffer mengklaim Shopee sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta BI, namun belum mendapat respon dari BI.

“Belum ada. Cuma yang kita tahu BI memang regulasi untuk e-wallet masih digodok jadi dari BI nya sendiri ada ketetapan yang mereka tinjau ulang tapi semuanya udah kita penuhi tinggal kita tunggu aja,” ujarnya.

Selain Bukalapak, dan Shopee,maka beberapa layanan isi saldo uang elektronik juga masih dibekukan BI seperti Paytren yang dimiliki ustadz kondang, Yusuf Mansyur dan juga Tokopedia.

Menurut, keterangan resmi di situs BI, saat ini baru 27 penerbit uang elektronik yang sudah diberi izin oleh BI.

Hingga akhir Januari 2018, volume transaksi uang elektronik mencapai 215,4 juta dengan nilai transaksi Rp3,4 triliun.

Saat ini, BI juga sedang merampungkan revisi peraturan BI Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

TERPOPULER