DPR Minta Presiden Klarifikasi Pernyataan Soal UU Titipan

0
61
Firman Soebagyo
Firman Soebagyo.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo menyesalkan pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan, banyak undang-undang yang dibuat DPR berdasarkan sponsor dan titipan.

Menurutnya, pernyataan itu harus mendapat perhatian semua pihak yakni DPR RI, DPD RI, dan Pemerintah agar tidak jangan sampai ada info yang menyesatkan pada masyarakat.

“Kalau ini dibiarkan saja akan menyesatkan masyarakat dan sebaiknya kita jangan memberikan informasi kepada publik yang menyesatkan,” kata Firman Soebagyo melalui pesan singkatnya kepada SERUJI, Rabu (29/11).

Namun, politikus Golkar itu yakin Presiden Jokowi tidak akan gegabah, namun demikian harus memahami bahwa pembuatan RUU menjadi UU itu adalah merupakan amanat kontitusi.

Menurut Sekjen Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) itu, banyak pejabat pemerintah bahkan setingkat menteri yang tidak memahami tatacara dan penyususunan UU sehingga menggangu kinerja dewan.

“Menteri yang tidak paham bahwa pembentukan UU adalah amanat konstitusi dan diatur dalam UU No 12 tahun 2011 tentang tata cara penyusunan perundang-undangan, pakem-pakemnya sudah sangat jelas,” katanya.

Bahkan kata dia, UU sebelum dilakukan penbahasan, akan disusun melalui program legislasi nasional dalam waktu jangka menengah dan prioritas tahunan oleh DPR RI.

“Pemerintah tak perlu lagi mempersoalkanya. Lambatnya pemerintah yang ogah-ogahan menbahas karena kepentingan di Kementeriannya terganggu,” ujarnya.

Firman pun meminta Menkum HAM RI sebagai wakil Pemerintah menjelaskan kepada Presiden terkait tatacara dan proses penyusunan dan pembahasan RUU di DPR dan DPD.

Firman pun meminta Pimpinan DPR RI melakukan rapat konsultasi dengan presiden untuk mengklarifikasi pernyataan presiden itu.

“Jangan sampai pernyataan seperti ini menjadi bias dan pembenaran publik. Kalau memang itu yang dikehendaki pemerintah mari kita sepakati merubah konstitusi negara dan UU lainnya yang terkait,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menyindir proses pembuatan undang-undang di legislatif atau DPR banyak mengandung “titipan sponsor”. Sindiran kali ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (28/11) malam.

“Dan yang dulu-dulu, undang-undang kita banyak yang pakai sponsor. Blak-blakan saja. Sehingga banyak titipan-titipan. Saya kira hal seperti itu harus dihilangkan,” kata Jokowi.

Jokowi tak menyebutkan undang-undang apa saja yang mengandung titipan sponsor. Ia hanya meminta agar DPR tak perlu terlalu banyak membuat undang-undang. Sebab, saat ini saja sudah ada 42.000 aturan yang tumpang tindih dan justru menghambat kerja pemerintah.

“Saya sudah titip ke DPR, mumpung ada pimpinan anggota DPR disini. Enggak usah banyak-banyak bikin undang-undang, nambahin ruwet,” kata Jokowi.

Jokowi menilai, DPR harusnya hanya membuat satu sampai tiga undang-undang dalam satu tahun. Undang-undang yang dihasilkan tidak harus banyak, tetapi berkualitas.

“Jadi eksekutif ini enak. Kalau undang-undang mempersulit, bagaimana memutuskan kebijakan dengan cepat? Sementara perubahan dunia cepat sekali,” kata Kepala Negara.

Bukan sekali ini saja Jokowi menyindir DPR soal pembuatan undang-undang. Sindiran serupa juga pernah disampaikan saat Jokowi menghadiri Rembuk Nasional 2017, akhir Oktober lalu. (Herdi/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tips Makan Sehat Puasa

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - "Puasalah agar kamu sehat", demikian salah satu hadis Rasulullah berkaitan dengan manfaat puasa bagi yang...

DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang...

Pertamina TBBM Sei Siak kembali Resmikan Program CSR untuk Masyarakat Tanjung RHU dan Pesisir

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sungai Siak meresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat di kelurahan...

Tebarkan Semangat Kebaikan, Bahagia Bersama Yatim PKPU HI Mulai Bergulir

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Di hari kedua Ramadhan PKPU Human initiative Kaltim menyalurkan program Bahagia Bersama Yatim berupa paket bingkisan, Sebar Al-Quran dan Buka Puasa...

Bupati Malinau Hadiri Panen Padi Perdana PT. MA dan PT. BDMS

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau DR. Yansen TP menghadiri panen padi perdana di lahan pertanian yang dioleh PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara...