DPD Minta Kemlu Pastikan Tak Ada Lagi Mahasiswa Indonesia yang Ditahan di Mesir

0
15
Fahira Idris, anggota DPD RI mengapresiasi polisi yang sudah menangkap pelaku gay di Jakarta.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komite III DPD yang membidangi soal pendidikan meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada lagi mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Mesir ditahan oleh pihak berwenang Mesir. Kepastian ini penting karena kabar penangkapan dan penahanan lima mahasiwa Indonesia membuat banyak pihak resah bukan hanya WNI yang di Mesir tetapi juga keluarga para mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Kabar soal penangkapan ini bukan hanya ramai di media, tetapi juga tersebar lewat media sosial dan berbagai aplikasi pesan percakapan. Kami tahu berbagai upaya sudah dilakukan KBRI kita di Kairo, tetapi kami berharap segera ada kabar dan kepastian bahwa tidak ada lagi mahasiswa kita yang ditahan oleh otoritas keamanan di Mesir,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (6/12).

Fahira mengungkapkan, apapun alasan otoritas keamanan Mesir menangkap dan menahan mahasiswa Indonesia termasuk alasan “keamanan nasional”, pihak Mesir harus menginformasikan kepada KBRI tindakan yang mereka lakukan terhadap WNI. Sudah menjadi ketentuan internasional yang baku bahwa seharusnya sebuah negara melakukan publikasi dan melaporkan tidakan mereka terhadap warga negara asing yang ada di negara mereka ke kedutaan besar yang bersangkutan. Terlebih, jumlah WNI di Mesir cukup signifikan yaitu mencapai 7.594 orang dimana mayoritasnya yaitu sebanyak 4.975 orang adalah mahasiswa.

“Kalau yang mereka tahan warga mereka sendiri, tidak menjadi persoalan, tetapi ini yang mereka tangkap dan tahan warga negara asing. Sebagai tuan rumah mereka harus memberkan informasi kepada tamunnya dalam hal ini KBRI jika ada WNI yang mengalami masalah hukum. Kami berharap Kemlu menempuh berbagai cara untuk membebaskan mahasiswa kita jika masih ada yang ditahan,” ungkap Senator Jakarta ini.

Menurut Fahira, peristiwa penangkapan dan penahan mahasiswa Indonesia di Mesir sepanjang 2017 bukan kali pertama terjadi. Pada Agustus 2017 lalu, juga dikabarkan dua mahasiswa Indonesia ditahan di Mesir karena masuk wilayah terlarang yaitu wilayah Samanud.

“Peristiwa penangkapan dan penahanan seperti ini kan bukan kali pertama terjadi. Ke depan kami juga berharap baik Kemlu maupun KBRI di Mesir bisa memformulasikan cara bagaimana agar Pemerintah Mesir cepat berkoordinasi dan memberikan informasi ke KBRI jika ada WNI yang mereka duga mempunyai persoalan hukum. Hubungan diplomatik Indonesia-Mesir kan sudah cukup lama dan mesra serta punya sejarah panjang. Mudah-mudahan hal ini bisa teralisasi,” pungkas Fahira.

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Jokowi

Presiden Bertolak ke Turki Hadiri KTT OKI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi bertolak ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas...
difteri yaman

32 Orang Tewas Diduga Terserang Difteri di Yaman

SANA'A, SERUJI.CO.ID - Kementerian Kesehatan yang dikuasai gerilyawan Syiah Yaman Al-Houthi pada Senin (11/12) mengatakan 32 orang telah meninggal akibat penyakit yang diduga adalah...

Yogyakarta Terima Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2017

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Walikota Yogyakarta, Drs Haryadi Suyuti menerima penghargaan atas capaian prestasi yang diraih Kota Yogyakarta dalam Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...