DPD Minta Kemlu Pastikan Tak Ada Lagi Mahasiswa Indonesia yang Ditahan di Mesir

0
49
Fahira Idris, anggota DPD RI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komite III DPD yang membidangi soal pendidikan meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada lagi mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Mesir ditahan oleh pihak berwenang Mesir. Kepastian ini penting karena kabar penangkapan dan penahanan lima mahasiwa Indonesia membuat banyak pihak resah bukan hanya WNI yang di Mesir tetapi juga keluarga para mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Kabar soal penangkapan ini bukan hanya ramai di media, tetapi juga tersebar lewat media sosial dan berbagai aplikasi pesan percakapan. Kami tahu berbagai upaya sudah dilakukan KBRI kita di Kairo, tetapi kami berharap segera ada kabar dan kepastian bahwa tidak ada lagi mahasiswa kita yang ditahan oleh otoritas keamanan di Mesir,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (6/12).

Fahira mengungkapkan, apapun alasan otoritas keamanan Mesir menangkap dan menahan mahasiswa Indonesia termasuk alasan “keamanan nasional”, pihak Mesir harus menginformasikan kepada KBRI tindakan yang mereka lakukan terhadap WNI. Sudah menjadi ketentuan internasional yang baku bahwa seharusnya sebuah negara melakukan publikasi dan melaporkan tidakan mereka terhadap warga negara asing yang ada di negara mereka ke kedutaan besar yang bersangkutan. Terlebih, jumlah WNI di Mesir cukup signifikan yaitu mencapai 7.594 orang dimana mayoritasnya yaitu sebanyak 4.975 orang adalah mahasiswa.

“Kalau yang mereka tahan warga mereka sendiri, tidak menjadi persoalan, tetapi ini yang mereka tangkap dan tahan warga negara asing. Sebagai tuan rumah mereka harus memberkan informasi kepada tamunnya dalam hal ini KBRI jika ada WNI yang mengalami masalah hukum. Kami berharap Kemlu menempuh berbagai cara untuk membebaskan mahasiswa kita jika masih ada yang ditahan,” ungkap Senator Jakarta ini.

Menurut Fahira, peristiwa penangkapan dan penahan mahasiswa Indonesia di Mesir sepanjang 2017 bukan kali pertama terjadi. Pada Agustus 2017 lalu, juga dikabarkan dua mahasiswa Indonesia ditahan di Mesir karena masuk wilayah terlarang yaitu wilayah Samanud.

“Peristiwa penangkapan dan penahanan seperti ini kan bukan kali pertama terjadi. Ke depan kami juga berharap baik Kemlu maupun KBRI di Mesir bisa memformulasikan cara bagaimana agar Pemerintah Mesir cepat berkoordinasi dan memberikan informasi ke KBRI jika ada WNI yang mereka duga mempunyai persoalan hukum. Hubungan diplomatik Indonesia-Mesir kan sudah cukup lama dan mesra serta punya sejarah panjang. Mudah-mudahan hal ini bisa teralisasi,” pungkas Fahira.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Lorenzo Raih Kemenangan di Grand Prix Katalunya

BARCELONA, SERUJI.CO.ID - Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo meraih kemenangan kedua MotoGP secara beruntun bagi Ducati pada Ahad (17/6), dengan kemenangan dari posisi start terdepan hingga...

Warga Mulai Persiapkan Lebaran Ketupat

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, mulai mempersiapkan segala kebutuhan menjelang perayaan lebaran ketupat, yang digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri. Beberapa...
balon udara

Polisi Razia Balon Udara Tanpa Awak

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Petugas gabungan dari Polres Ponorogo bersama TNI AD (Kodim Ponorogo) dan TNI AU (Pangkalan Udara Lanud Iswahjudi Magetan) merazia balon udara...
Neymar

Swiss Tahan Imbang Brazil 1-1

ROSTOV ON DON, SERUJI.CO.ID - Brazil bergabung dengan sejumlah negara besar yang gagal menggebrak pada pertandingan pembukaan mereka di Piala Dunia, ketika longgarnya pertahanan pada...
Leon Goretzka

Meksiko Rayakan Kemenangan Usai Taklukkan Jerman

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Kegembiraan para pendukung tim Meksiko setelah pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia melawan Jerman berlanjut hingga ke dalam kereta, yang di Rusia...