Dokter Meninggal Usai Kerja 4 Hari Nonstop, Ini Klarifikasi IDI

JAKARTA – Media sosial belakangan ini (pasca lebaran) ramai memperbincangkan kabar meninggalnya seorang dokter spesialis anestesi, dr. Stefanus Taofik, saat menjalani tugasnya sebagai dokter jaga di RSPI Bintaro Jaya pada Selasa (27/6). Tersiar kabar, yang diduga sebagai pemicu meninggalnya dr. Stefanus karena selama 4 hari nonstop bertugas selama lebaran.

Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membantah dr. Stefanus Taofik bekerja selama 4 hari berturut-turut di 3 rumah sakit, memberi kesempatan seniornya untuk berlebaran. IDI telah memberikan klarifikasi tertulis mengenai kabar meninggalnya dr. Stefanus.

Dalam klarifikasi tersebut, IDI menerangkan, dr. Stefanus merupakan dokter anestesiologi dan terapi intensif, yang juga merupakan peserta Pendidikan Fellowship Konsultan Intensive Care (KIC) di RSCM.

“Saat meninggal dunia, almarhum sedang melakukan pekerjaan sebagai dokter anestesi di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, bukan dalam tugasnya sebagai peserta didik,” demikian bunyi klarifikasi tertulis IDI.

Saat ditemukan tidak berdaya, dokter Stefanus dinyatakan sedang menjalankan tugas jaga 24 jam. IDI menyatakan dokter Stefanus sempat meminta tukar jadwal.

“Pada saat ditemukan tidak berdaya, almarhum sedang bertugas jaga 24 jam, namun dengan kondisi satu pasien di ICU dan telah pindah ruangan serta hanya satu pasien di kamar operasi, almarhum meminta pertukaran hari jaga dengan rekannya sehingga memungkinkan almarhum untuk jaga 2 x 24 jam dan libur setelahnya,” lanjut klarifikasi tersebut.

Lebih lanjut, IDI menjelaskan dokter Stefanus memang bekerja di tiga rumah sakit.

“Selain bertugas di RS Pondok Indah, almarhum juga bertugas sebagai fellow KIC di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan dokter jaga di RS Jantung Diagram, Cinere,” tulis IDI. (IwanY)

IDI, stefanus taofik
Klarifikasi IDI atas meninggal dunia dr. Stefanus Taofik, SpAn. (Foto: Istimewa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.