Dinilai Berkapasitas, Insan Pers di Jatim Dukung Pencalonan Munir Sebagai Ketum PWI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Menjelang pemilihan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan dilaksanakan di Kongres PWI XXIV di Solo, pada 27-30 September mendatang, gelombang dukungan insan pers di Jawa Timur kepada Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir terus mengalir.

Sejumlah Kepala Biro Televisi Nasional dan pemimpin redaksi media mainstream di Jatim ramai-ramai mendorong Munir maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PWI tersebut.

Kepala Biro RCTI, MNCTV, i-News TV dan Global TV di Jatim, Ahmad Wiliyanto menilai Munir memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi pemimpin organisasi profesi wartawan terbesar di Indonesia itu.

“Salah satu indikasinya adalah, Munir sukses membawa PWI Jatim menjadi organisasi wartawan yang bermartabat di Jatim,” kata pria yang akrab disapa Wili ini, di Surabaya, Selasa (18/9).

Wili juga mengungkapkan keberhasilan Munir dalam memfasilitasi peningkatan pendidikan bagi para anggota PWI, termasuk memberikan beasiswa kepada 10 wartawan untuk kuliah S2 di Unair.

“Yang menurut saya Munir sukses adalah bagaimana dia bisa menjadikan 1.200 wartawan di Jatim memiliki kompetensi sebagai wartawan. Ini luar biasa menurut saya. Ini sebuah bukti bahwa Munir bisa membangun jaringan di semua lini,” ungkapnya.

Hal penting bagi para kepala biro televisi nasional di Jatim adalah Munir telah melakukan hal positif yaitu bagaimana dia merangkul semua awak televisi untuk menjadi anggota PWI. Ini sebuah keberhasilan yang menurut Wili sangat fenomenal.

“Coba bayangkan, kami ini yang sebenarnya ada wadah organisasi profesi, tapi kami memilih menjadi anggota PWI dan betah di sini. Ya itu tadi, karena pemimpin organisasi ini mampu merangkul kami,” tuturnya.

Karena itulah, kata Wili, mereka mendorong Munir untuk ikut dalam kontestasi pemilihan Ketum PWI nanti.

“Kami mendorong Munir untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat karena saat inilah memontum yang baik bagi Munir untuk berkarir di Jakarta,” tukasnya.

Selain dorongan dari para kepala biro televisi nasional di Jatim, Munir juga mendapat dukungan dari Pemimpin Redaksi Harian Surya Surabaya, Tri Mulyono.

Menurut Tri, ada lima hal dalam diri Munir sehingga dia dipandang mampu membawa PWI Pusat menjadi organisasi profesi wartawan menjadi berwibawa. “Saya mencatat ada lima hal yang membuat Munir layak menjadi Kewua PWI Pusat,” katanya.

Pertama, kata Tri, kapasitas (capacity) Munir sebagai wartawan, baik sebagai wartawan lapangan maupun koordinator sudah teruji, paham etika jurnalistik maupun fatsun bisnis media.

“Kedua, responsibility (tanggung jawab). Munir dalam beberapa kasus selalu ada di depan, tidak di belakang meja, saat menjadi ketua PWI Jatim,” ungkapnya.

Ketiga, lanjutnya, respons Munir terhadap permasalahan wartawan patut diapresiasi. “Ketika anggota PWI mengeluhkan sesuatu maka Munir cepat menanggapinya,” terangnya.

Hal keempat, kata Tri, intimate (kedekatan) Munir dengan wartawan junior maupun senior terjalin baik.

“Kelima, self of interest Munir sangat kecil. Artinya, Munir mendahulukan kepentingan organisasi PWI daripada kepentingan pribadi, bahkan dalam sejumlah kasus mengesampingkan kepentingan medianya tempat bekerja,” tukasnya.

Oleh Karena itu, tegas Tri, ia mendorong agar Munir mencalonkan diri menjadi ketua PWI Pusat.

“Dengan harapan tenaga dan pikirannya bisa lebih bermanfaat secara nasional, tak hanya di Jatim,” pungkasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER