Din Syamsuddin: Protes Suara Adzan Sambil Mencela, Itu Penistaan Agama

21
900
  • 347
    Shares
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan bahwa jika ada yang protes suara adzan karena volumenya terlalu keras, maka tidak bisa disebut penistaan agama, bila dilakukan dengan cara yang baik.

“Kalau dia menolak sambil mencela adzan sebagai ajaran atau praktik keagamaan, maka itu termasuk menistakan agama,” kata Din lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI di Jakarta, Senin (27/8).

Hal itu disampaikan pria yang juga mantan Ketua Umum MUI ini, menanggapi pro-kontra kasus Meiliana, seorang warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara, yang divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan atas kasus penistaan agama karena memprotes suara adzan dengan cara mencela.

Hakim PN Medan menilai Meiliana terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

Menurut Din, bila protes terhadap suara adzan yang dinilai terlalu keras itu dilakukan dengan cara kasar dan sinis, mencela dan menghina, hal itu tidak bisa dikatakan hanya memprotes suara adzan.

“Itu sama saja mencela praktik keagamaan umat agama lain. Sesungguhnya dia telah menistakan agama,” pungkasnya. (Ant/ARif R)

21 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU