close

Dilaporkan Pose Satu Jari, Ridwan Kamil: Tidak Ada Pelanggaran Hukum

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Wakil Koordinator Aliansi Anak Bangsa (AAB) Azam Khan melaporkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Bawaslu soal pose satu jari. Namun, Ridwan Kamil menyebut tidak ada pelanggaran hukum atas apa yang dilakukannya.

“Saya tanya ada enggak pelanggaran hukum? Nggak ada, aturannya pun jelas. Pejabat itu dua aturannya kalau mau kampanye, cuti di hari kerja atau laksanakan kegiatan di akhir pekan,” Kata Ridwan Kamil usai meresmikan SPAM Cimaung, di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Kamis (10/1).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini menyatakan ia melakukan kampanye pada hari libur dan bukan hari kerja.

“Kegiatan saya kan di Hari Minggu. Apa dasar hukumnya menyatakan saya melanggar? Saya melaksanakan kegiatan politik di hari Minggu, di acara PKB,” ungkap Emil.


Namun sebagai warga negara yang baik, dirinya mengaku siap bila harus dipanggil oleh Bawaslu soal pose satu jari yang dilakukan olehnya. Ia mengatakan, hingga hari ini belum ada pemanggilan terhadapnya.

Baca juga: Dipanggil Bawaslu soal Pose Dua Jari, Anies Dicecar 27 Pertanyaan

“Tidak ada masalah. Saya sebagai warga akan taat pada panggilan institusi. Sekarang belum ada panggilan,” ujarnya.

Ia lantas mengingatkan pihak-pihak yang mempermasalahkannya sudah punya dasar hukumnya.

“Saya hanya menanyakan tunjukan pasal pelanggarannya apa, karena kalau sekedar ingin memuaskan emosi supaya diperiksa, ya susah kalau tidak ada dasar hukum, maka tunjukkan dulu yang melaporkan itu apa, sebab saya tidak melihat dasar pelanggarannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Aliansi Anak Bangsa (AAB) Azam Khan melaporkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Bawaslu soal pose satu jari.

Baca juga: 10 Kepala Daerah yang Deklarasi Dukung Jokowi Dapat Sanksi Teguran dari Mendagri

“Kami datang ke Bawaslu, di sana kami menjelaskan ada pelanggaran pemilu No 7/2017, kepala daerah se-Riau mengacungkan tangan dianggap tidak ada masalah. Begitupun Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Hanif Dhakiri mengacungkan tangan (satu jari),” ujar Azam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Azam melaporkan Ridwan Kamil atas dasar adanya pelaporan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kasus serupa, yakni kepala daerah diduga menunjukkan gestur dukungan ke salah satu paslon Pilpres 2019. Anies dilaporkan ke Bawaslu soal pose dua jari di acara Gerindra. Azam berharap laporannya itu ditindaklanjuti.

“Kami berharap Bawaslu atas laporan saya dan kedua saksi Korlabi (Koordinator Pelaporan Bela Islam) untuk segera juga memanggil dan memproses. Kami berharap keadilan dan diskriminasi kami sebagai rakyat ini perlu dilakukan secara adil dan kondusif,” jelas Azam.

Laporan Azam di Bawaslu soal Ridwan Kamil tercatat dengan nomor 02/LP/PP/RI/00.00/I/2019.

Baca juga: Soal Pose Dua Jari Anies, Bawaslu Akan Putuskan Dalam 14 Hari

Tidak hanya Ridwan Kamil yang dilaporkan, Azam juga melaporkan 10 pejabat publik ke Bawaslu soal pose dukungan ke salah satu paslon.

Nama-nama yang dilaporkan adalah Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Bupati Siak Syamsuar, Bupati Pelalawan Muhammad Harris, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan, Bupati Kuantan Singingi Mursini, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Buapti Rokan Suyatno, Waliota Pekanbaru Firdaus, dan Walikota Dumai Zulkifli AS. (SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

32 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi