Diduga Radang Otak, Siswa SD Meninggal Pasca Imunisasi

NGAWI, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menangani kasus seorang siswa SD yang meninggal dunia diduga setelah mendapatkan imunisasi difteri di sekolahnya pada akhir Februari 2018.

Korban meninggal adalah Alhaz Celsia Rua (7), siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.

“Hasil laporan, ada siswa yang sakit hingga meningal dunia setelah divaksin difteri. Tapi bukan vaksin difteri yang menyebabkan meninggal. Siswa ini meninggal diduga karena radang otak,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr Yudhono, di Ngawi, Sabtu (3/3).

Pihaknya menjelaskan, vaksin atau imunisasi difteri tidak menyebabkan kematian, justru kalau terserang penyakit difteri bisa berakibat kematian. Selain itu, banyak anak, siswa, dan sasaran lainnya yang mendapatkan imunisasi difteri dan setelahnya tidak apa-apa.

“Banyak contoh anak yang divaksin tetap dalam kondisi sehat-sehat saja setelahnya,” kata dia saat berkunjung ke rumah duka.

Sementara, sesuai informasi Alhaz Celsia Rua bersama sekitar 242 siswa di sekolah setempat mendapatkan imunisasi difteri pada tanggal 27 Februari.

“Setelah mendapat imunisasi difteri, anak saya mengeluh pusing dan mual serta demam tinggi. Kemudian kami bawa pulang,” kata ibu korban, Sumami.

Karena kondisi yang tidak kunjung sembuh, sang orang tua membawa korban ke Puskesmas Kasreman. Namun, pihak Puskesmas merujuk korban ke Rumah Sakit Widodo.

“Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, anak saya akhirnya meninggal dunia. Padahal sebelumnya ia dalam kondisi sehat,” katanya.

Pihak Dinkes membantah meninggalnya Alhaz Celsia Rua akibat imunisasi difteri. Dinkes juga membantah imunisasi difteri memicu radang otak. Efek dari vaksin tersebut biasanya hanya demam dan setelah minum obat penurun panas, sang anak akan kembali normal.

Sedangkan, data Pemkab Ngawi mencatat, imunisasi difteri yang digelar tersebut merupakan bagian dari kegiatan ‘Outbreak Response Immunization’ (ORI) Difteri menyusul status KLB difteri yang diberlakukan oleh Dinkes Provinsi Jatim.

Jumlah sasaran anak usia 1 tahun sampai usia 19 tahun di Kabupaten Ngawi yang mendapat imunisasi difteri tersebut mencapai sebanyak 204.226 orang.

Imunisasi massal difteri tersebut dilakukan di pos pelayanan yang terdapat di posyandu, PAUD, TK, RA, SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA serta instansi pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan pos sebanyak 2.733 pos. Imunisasi massal tersebut melibatkan sebanyak 504 petugas medis terlatih. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER