Diduga Akibat Kelelahan, Peserta Kampanye Prabowo-Sandi di Sukabumi Meninggal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Seorang peserta kampanye sekaligus jalan sehat yang diselenggarakan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi di Kota Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat mengikuti berbagai kegiatan tersebut yang dipusatkan di Stadion Suryakencana Sukabumi.

“Korban diketahui bernama Ela Nurlaela (49) warga Kampung Tapos, RT 09 RW 02, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Saat tiba di rumah sakit wanita ini sudah tidak bernyawa,” kata Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH Wahyu Handriana di Sukabumi, Ahad (7/4).

Menurutnya, informasi yang didapatnya dari petugas medis yang membawanya ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan, korban yang menghadiri acara kampanye di Stadion Suryakencana tiba-tiba tidak sadarkan diri selama 30 menit.

Petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi langsung memberikan bantuan pertolongan pertama. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif wanita tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Kejadian ini sebelum acara kampanye dan olah raga yang diselenggarakan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi Sukabumi dimulai. Diduga, almarhumah meninggal akibat kelelahan, namun tidak diketahui apakah korban punya riwayat penyakit.

“Korban di sini (RSUD R Syamsudin SH) hanya sebentar dan langsung dibawa keluarganya ke rumah duka di Bojonggenteng untuk disemayamkan,” tambahnya.

Wahyu mengatakan keluarga pun menolak visum dan sudah mengikhlaskan meninggalnya Ela sehingga tidak bisa diketahui medis penyebab kematiannya, namun ada dugaan kelelahan atau lain hal.

Pada acara olah raga yang merupakan kegiatan kampanye dari relawan, simpatisan dan tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dipusatkan di Stadion Suryakencana tersebut dihadiri puluhan ribu orang yang datang dari berbagai daerah.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.