Dewan Pers Dorong Awak Media Harus Skeptis dan Utamakan Verifikasi

JAKARTA – Salah satu upaya menghadapi berita palsu atau hoax, Dewan Pers kini sedang melakukan pemilahan terhadap media profesional dengan yang tidak.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etik Pers Dewan Pers, Imam Wahyudi mengatakan bahwa dari 43 ribu media dalam jaringan online yang memenuhi syarat baru 0,05 persen dan juga baru terverifikasi saat ini. Kemudian, Dewan Pers mendorong awak media untuk mengutamakan verifikasi dalam membuat dan menulis berita yang akan dikonsumsi masyarakat.

“Rukun iman media adalah verifikasi,” kata Imam pada diskusi Kilas Balik 2016 “Mengupas Jurnalisme Hoax” yang diselenggarakan oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara di Jakarta, Sabtu (4/3).

“Salah satu yang harus nempel di benak wartawan yaitu wartawan harus skeptis, tidak mudah percaya, karena skeptis dia harus verifikasi,” ujarnya.

Imam mengatakan verifikasi adalah hal mutlak untuk dilakukan awak media, terutama dalam melawan berita palsu. Pers harus mengedepankan jurnalisme verifikasi yang selalu mengutamakan verifikasi, memeriksa berulang kembali untuk mendapatkan suatu kebenaran dalam menyampaikan informasi atau berita kepada publik, sehingga masyarakat memperoleh berita yang benar bukan palsu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Media harus benar-benar profesional dalam menyajikan berita atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu media harus diuji, salah satunya diuji keprofesionalannya terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Saat ini terdapat sejumlah kecenderungan pada dunia media yang membuat berita, antara lain pembuatan judul berita yang bombastis, namun tidak sesuai konteks. Kecenderungan lainnya adalah masyarakat mudah menyebar informasi atau berita tanpa membaca isinya.
Lebih parah lagi, media juga cenderung mengambil ide pemberitaan dari realitas media sosial, bukan realitas sosial, yang mana kebanyakan informasi di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan dan jauh dari prinsip verifikasi.

Dalam penutup diskusinya, Imam mengimbau warga Indonesia segera melaporkan informasi berita palsu yang dibuat oleh media tertentu kepada Dewan Pers untuk segera ditindak.

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.