Dewan Pers Dorong Awak Media Harus Skeptis dan Utamakan Verifikasi

1
127

JAKARTA – Salah satu upaya menghadapi berita palsu atau hoax, Dewan Pers kini sedang melakukan pemilahan terhadap media profesional dengan yang tidak.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etik Pers Dewan Pers, Imam Wahyudi mengatakan bahwa dari 43 ribu media dalam jaringan online yang memenuhi syarat baru 0,05 persen dan juga baru terverifikasi saat ini. Kemudian, Dewan Pers mendorong awak media untuk mengutamakan verifikasi dalam membuat dan menulis berita yang akan dikonsumsi masyarakat.

“Rukun iman media adalah verifikasi,” kata Imam pada diskusi Kilas Balik 2016 “Mengupas Jurnalisme Hoax” yang diselenggarakan oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara di Jakarta, Sabtu (4/3).

“Salah satu yang harus nempel di benak wartawan yaitu wartawan harus skeptis, tidak mudah percaya, karena skeptis dia harus verifikasi,” ujarnya.

Imam mengatakan verifikasi adalah hal mutlak untuk dilakukan awak media, terutama dalam melawan berita palsu. Pers harus mengedepankan jurnalisme verifikasi yang selalu mengutamakan verifikasi, memeriksa berulang kembali untuk mendapatkan suatu kebenaran dalam menyampaikan informasi atau berita kepada publik, sehingga masyarakat memperoleh berita yang benar bukan palsu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Media harus benar-benar profesional dalam menyajikan berita atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu media harus diuji, salah satunya diuji keprofesionalannya terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Saat ini terdapat sejumlah kecenderungan pada dunia media yang membuat berita, antara lain pembuatan judul berita yang bombastis, namun tidak sesuai konteks. Kecenderungan lainnya adalah masyarakat mudah menyebar informasi atau berita tanpa membaca isinya.
Lebih parah lagi, media juga cenderung mengambil ide pemberitaan dari realitas media sosial, bukan realitas sosial, yang mana kebanyakan informasi di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan dan jauh dari prinsip verifikasi.

Dalam penutup diskusinya, Imam mengimbau warga Indonesia segera melaporkan informasi berita palsu yang dibuat oleh media tertentu kepada Dewan Pers untuk segera ditindak.

EDITOR: Harun S

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...