Dengan Tagline “Gerakan Biru”, Ermawan Siap Bersaing dalam Pemilihan Ketum IKA ITS

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dijadwalkan pada Bulan November 2019 nanti akan mengadakan Kongres IKA ITS.

Salah satu agenda dalam Kongres IKA ITS yang berlangsung setiap empat tahun sekali ini adalah memilih Ketua Umum IKA ITS yang akan memimpin organisasi para alumni ITS ini untuk periode 2019-2023.

Berbeda dari Kongres sebelumnya, kali ini pemilihan Ketua Umum IKA ITS dilakukan lewat dua tahap. Dimana tahap pertama merupakan penjaringan calon, yang kemudian baru dilanjutkan tahap pemilihan Ketua Umum yang berlangsung di Kongres.

Pada tahap penjaringan yang dikenal dengan Pemilu Raya ini dilakukan dengan sistem ‘One Man One Vote’ (OMOV), dimana seluruh alumni ITS bisa memilih bakal calon yang dipandang layak menjadi calon Ketua Umum IKA ITS untuk dipilih di Kongres.

Dalam penjaringan yang berlangsung pada September lalu itu telah terpilih 6 orang kandidat dengan suara terbanyak, yang kemudian ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara Pemilihan Ketua Umum (P3KU) IKA ITS sebagai calon Ketua Umum IKA ITS.

Salah satu kandidat yang terpilih dalam penjaringan OMOV tersebut adalah Ermawan Wibisono, alumi ITS dari jurusan Teknik Kelautan.

“Gerakan Biru”, kandidat Ketua Umum IKA ITS, Ermawan Wibisono.

Ermawan atau yang akrab disapa Cak Kancoet, dibanding kandidat lain tergolong alumni muda ITS. Ia alumni ITS dari jurusan Teknik Kelautan angkatan 1992, merupakan generasi yang ikut terlibat langsung dalam gerakan reformasi 1998, menumbangkan rezim Orde Baru.

Ermawan mengatakan, terpanggilnya ia maju dalam pemilihan Ketua Umum IKA ITS kali ini adalah ingin menggerakkan agar semua lapisan alumni ITS ikut terlibat dan berpartsipasi aktif dalam IKA ITS.

“Untuk itu, kami membawa tagline ‘Gerakan Biru, Kontribusi Generasi Baru’. Artinya IKA ITS yang merupakan organisasi nirlaba harus didukung seluruh alumni dan bergerak bersama untuk menjadikan IKA ITS bermanfaat bagi anggota,” kata Ermawan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI di Surabaya, Sabtu (5/10).

Ermawan yang merupakan aktivis semasa kuliah dan saat ini beraktivitas sebagai pengusaha, ingin menggerakkan alumni ITS, terutama alumni muda untuk bersama-sama memberi kontribusi bagi almamater, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Visi Misi kandidat Ketua Umum IKA ITS, Ermawan Wibisono.

Jika nanti terpilih sebagai Ketua Umum IKA ITS, Ermawan menyatakan ingin membuat IKA ITS menjadi organisasi modren dimana dalam kegiatannya tidak hanya diisi dengan kegiatan dan anggaran rutin yang menonton, tapi juga harus dapat mensinergikan setiap lapisan alumni untuk menciptakan komunitas yang bersifat ekonomi.

“Jika terpilih, nanti kepengurusan PP IKA ITS akan kami isi dengan para penggiat bisnis, sosial dan lain lain yang banyak digeluti oleh para alumni ITS saat ini. Dan yang lebih penting juga akan merubah pola gerak dan aktifitas kealumnian menjadi program-program kerja sesua passion dan profesionalitas antar alumni,” tuturnya.

Ermawan berharap, mendapat dukungan dari para alumni ITS, khususnya alumni muda di Kongres IKA ITS yang akan berlangsung di Jakarta pada bulan November mendatang.

“Semoga Allah SWT memberikan jalan bagi kita alumni muda untuk membawa tongkat kepemimpinan Alumni ITS dikancah Nasional,” tukasnya.

Program kerja kandidat Ketua Umum IKA ITS, Ermawan Wibisono.

Dalam pemilihan Ketua Umum IKA ITS nanti, Ermawan akan bersaing dengan alumni-alumni ITS yang jauh lebih senior, dan saat ini mendudukan jabatan strategis, baik di pemerintahan, politik, maupun BUMN.

Lima calon lain yang akan bersaing mendapatkan suara alumni ITS di Kongres lewat wakilnya di Komisariat Jurusan, PP IKA ITS periode lalu, dan Pengurus Wilayah IKA ITS adalah Gatot Kustiyaji dari Teknik Kimia angkatan 1982, M. Ridwan Hisjam dari Teknik Perkapalan angkatan 1980, M Rifqi Isnanda dari Teknik Mesin 1987, Novirman S Said dari Teknik Siskal angkatan 1982 dan Sutopo Keistijanto dari Teknik Sipil 1975.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER