close

Cak Nun: Persoalan Utama Indonesia, Nasionalisme Versus Keserakahan

JAKARTA – Budayawan Emha Ainun Najib yang akrab dipanggil Cak Nun menerangkan, ada dua jenis orang China, yaitu China Benteng dan China Toko. Cina Benteng adalah orang-orang China yang telah menyatukan dirinya dengan Indonesia dan memiliki kecintaan dan nasionalisme kepada tanah air Indonesia. Sedangkan China Toko adalah orang-orang China yang entah berada di manapun, termasuk di Indonesia konsentrasi utamanya mencari laba.

“Jadi persoalan utamanya adalah nasionalisme versus keserakahan. Tak ada hubungannya dengan etnis, agama, atau warna kulit. Karenanya hal itu juga bisa terjadi pada pribumi sekaligus,” tegas Cak Nun saat acara penutupan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan  2017 yang diselenggarakan pada 21-22 Februari 2017 di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta.

Di depan Menteri Enggartiasto Lukito dan para peserta yang tugas utamanya mendampingi para pengusaha ini, Cak Nun mengajak semuanya untuk tidak rakus, tidak serakah, dan tidak usah mengalahkan siapapun. Tidak ada mengalahkan orang lain, yang ada adalah mengalahkan diri sendiri.

Sejurus dengan itu, Cak Nun mengingatkan agar di dalam menjalankan pembangunan, kita tidak menghabiskan semua anugerah kekayaan yang dimiliki alam dan bangsa Indonesia.


“Kita adalah infrastruktur anak cucu kita….,” tegas Cak Nun.

Lebih jauh lagi, Cak Nun menyampaikan bahwa waktu Pak Enggar tidak banyak untuk melakukan langkah-langkah yang tepat bagi masa depan Indonesia. Seluruh reformasi dan hal-hal baik yang sudah dilakukan di Kemendag ini harusnya dicatat dan dinaikkan oleh lembaga negara menjadi undang-undang, sehingga nanti kalau Enggartiasto sudah tidak menjabat menteri, aturan itu tetap dilaksanakan oleh menteri selanjutnya.

“Tiga hingga sepuluh tahun ke depan adalah gerbang bagi bangsa Indonesia untuk melesat ke kesesatan atau ke masa depan yang lebih baik,” ungkap Cak Nun menandaskan.

Sampai titik ini, Cak Nun telah menorehkan beberapa butir pangeling akan keadaan Indonesia dan apa-apa yang perlu dilakukan. Diskontinuitas kepemimpinan, saling berjalan sendiri-sendirinya setiap elemen atau golongan masyarakat, belum adanya pemilahan antara negara dan pemerintah, dan belum sinergisnya antar kementerian di Indonesia maupun di antara kelompok-kelompok masyarakat.

Ziro’ah (pertanian), shina’ah (teknologi), dan tijaroh (perdagangan) adalah tiga terminologi dan konsep yang dapat dipakai untuk melihat Indonesia. Alih-alih sinergi, yang terjadi misalnya adalah pertanian dimakan oleh tijaroh. “Kementerian tijaroh harus sinergis dengan kementerian ziroah dan shina’ah,”pesan Cak Nun.

Satu hal yang dipesankan Cak Nun beyond mainstream pemikiran politik modern di Indonesia. Untuk menjawab persoalan Indonesia saat ini, berlangsungnya negara, pemerintahan, dan berbagai ekspresi masyarakat hendaknya tidak melupakan orang-orang tua dan selalu meminta pertimbangan mereka. Yakni orang-orang tua yang mereka memiliki wawasan, pengetahuan, dan kebijaksanaan akan masa lalu dan masa depan. Merekalah para Punakawan yang kaweruh-nya sangat diperlukan. Saat ini yang bergulir adalah setiap kelompok berjalan sendiri serta membela kepentingan masing-masing. Bagaikan anak-anak di sebuah rumah yang tanpa orangtua.

EDITOR: Yus Arza

 

 

 

 

 

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Dari Mahathir Sampai Erdogan, Jokowi Sebut Dapat Ucapan Selamat Atas Sukses Gelaran Pemilu

"Kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong," kata Presiden di Plataran Restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).

Penggagas Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz Meninggal Dunia di Jember

Dynand wafat di Rumah Sakit Jember Klinik, Kabupaten Jember Jawa Timur pada pukul 03.55 WIB, diusianya yang ke 55 tahun.

Peringati HUT ke-2, AMSI Jatim Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax

"Dalam peringatan AMSI ini kami ingin melibatkan banyak pihak, khususnya pegiat pers kampus online dan kartunis Indonesia, dengan menggelar berbagai lomba," jelas Pemimpin Umum Lensaindonesia.com ini.

Soal Pertemuan dengan Prabowo, MenPAN RB Tegaskan UAS Tidak Langgar Netralitas ASN

"Saya tegaskan lagi, pernyataan staf KemenPAN-RB (soal UAS) bukan pendapat resmi kami," kata Menteri Syafruddin dalam jumpa pers di Kementerian PAN RB, Jakarta, Kamis (18/4).

Hitung Sementara C1 KPU: Jokowi Unggul Tipis di Jabar, Prabowo Menang Telak di Sumbar

Dari data sementara tersebut, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga menang telak dengan perolehan suara sebesar 9.226 suara atau 86,89 persen. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf memperoleh 1.391 suara atau sebesar 13,11 persen.

Hasil Hitung Sementara Scan C1 KPU: Jokowi Unggul 59,47 Persen, Prabowo 40,53 Persen

Pantauan SERUJI pada pukul 11.50 WIB, Rabu (18/4) scan C1 yang berasal dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah diupload ke situs tersebut dan berhasil dihitung adalah sebanyak 1.924 dari 813.350 TPS se Indonesia.

Dari Mahathir Sampai Erdogan, Jokowi Sebut Dapat Ucapan Selamat Atas Sukses Gelaran Pemilu

"Kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong," kata Presiden di Plataran Restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).

Soal Pertemuan dengan Prabowo, MenPAN RB Tegaskan UAS Tidak Langgar Netralitas ASN

"Saya tegaskan lagi, pernyataan staf KemenPAN-RB (soal UAS) bukan pendapat resmi kami," kata Menteri Syafruddin dalam jumpa pers di Kementerian PAN RB, Jakarta, Kamis (18/4).

Hitung Sementara C1 KPU: Jokowi Unggul Tipis di Jabar, Prabowo Menang Telak di Sumbar

Dari data sementara tersebut, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga menang telak dengan perolehan suara sebesar 9.226 suara atau 86,89 persen. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf memperoleh 1.391 suara atau sebesar 13,11 persen.

Hasil Hitung Sementara Scan C1 KPU: Jokowi Unggul 59,47 Persen, Prabowo 40,53 Persen

Pantauan SERUJI pada pukul 11.50 WIB, Rabu (18/4) scan C1 yang berasal dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah diupload ke situs tersebut dan berhasil dihitung adalah sebanyak 1.924 dari 813.350 TPS se Indonesia.

TERPOPULER

Tak Diduga, Quick Count: PKS Bersaing dengan Parpol Papan Atas dan Unggul dari Demokrat

Bukan hanya mampu menyodok ke papan tengah, PKS juga mampu bersaing ketat dengan partai-partai yang diprediksi akan menempati papan atas pada Pemilu 2019 ini, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan NasDem.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jokowi Unggul di Seluruh TPS Pemilih dengan Gangguan Jiwa di Panti Cipayung

"Yes Pak Jokowi menang! Saya ingin main bersama Pak Jokowi jika bapak menang," kata Yusuf Fransisco, salah satu ODGJ di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung.

Hasil Hitung Sementara Scan C1 KPU: Jokowi Unggul 59,47 Persen, Prabowo 40,53 Persen

Pantauan SERUJI pada pukul 11.50 WIB, Rabu (18/4) scan C1 yang berasal dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah diupload ke situs tersebut dan berhasil dihitung adalah sebanyak 1.924 dari 813.350 TPS se Indonesia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi