BPOM Resmi Nyatakan Empat Produk Mi Instan Ini Positif Mengandung Babi

0
1359
  • 131
    Shares
bpom
Gedung BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)

JAKARTA – Bagi Anda para pecinta Samyang dan mi instan lainnya asal Korea, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi menyatakan empat produk mi instan asal Korea tersebut, positif mengandung fragmen DNA spesifik babi.

Dikutip dari situs resmi BPOM (pom.go.id), keempat merek tersebut adalah Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Produk-produk tersebut tidak mencantumkan peringatan “mengandung babi” pada kemasannya.

Surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 itu juga berisi instruksi penarikan produk mi instan tersebut dari peredaran yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia, terhitung sejak Kamis (15/6).

BPOM pun secara resmi meminta Kepala Balai POM seluruh Indonesia untuk memantau agen distributor dan supermarket yang masih menjual ketiga merek mi instan tersebut.

“Kami informasikan target pemantauan antara lain di sarana distribusi retail produk yang menjual produk termasuk diantaranya importir distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja saudara masing-masing,” kata BPOM dalam surat edarannya.

bpom, samyang, nongshim, ottogi

bpom, samyang, nongshim, ottogi

Badan POM terus mengimbau pelaku usaha agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya.

Badan POM juga berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan. Cara memastikannya dengan cara, perhatikan apakah kemasan dalam kondisi baik, cek informasi produk pada labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa kadaluwarsa.

Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan selalu mengecek legalitas dan kehalalan produk Obat dan Makanan melalui website Badan POM atau aplikasi android “CekBPOM”. (IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU