Bondan “Maknyuss” Winarno Meninggal Dunia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pegiat kuliner Tanah Air, Bondan Winarno, yang terkenal dengan ungkapan “maknyuss” untuk menggantikan enak, Rabu (29/11) pagi meninggal dunia. Kabar tersebut dibenarkan rekannya sesama pegiat kuliner, Arie Parikesit, saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

“Ya betul, sekarang di ICU Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta,” kata Arie sambil menambahkan dirinya belum berada di sana.

Arie juga mencuitkan kabar duka ini melalui akun Twitternya, mengabarkan Bondan meninggal di rumah sakit tersebut pukul 09.05 WIB dan akan dibawa ke rumahnya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Bondan Winarno, salah seorang pakar kuliner Indonesia, meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita setelah beberapa waktu menderita aneurisma. Bondan saat memandu acara televisi Wisata Kuliner mempopulerkan istilah “maknyuss” jika makanan yang dicicipinya enak.

“Pokok’e maknyuss,” begitu yang dikatakannya dengan logat Jawa. Ungkapan ini kemudian sering diparodikan dalam suatu kondisi yang nyaman, enak dan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bondan Winarno meninggal dunia di RS Harapan Kita pukul 09.05 WIB dan akan dibawa ke rumahnya di daerah Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, warganet turut mengucapkan duka cita mereka untuk Bondan, yang juga mendirikan beberapa restoran di ibu kota. Cuitan tentang “Pak Bondan” hingga siang ini melebihi angka 11 ribu.

Tak lupa warganet menyelipkan #maknyus di antara ucapan duka cita mereka, beberapa menyertakan foto Bondan mengangkat tiga jari sambil membentuk huruf “O” dengan telunjuk dan ibu jari, pertanda “maknyuss”.

Bondan Winarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 April 1950. Sebelum dikenal sebagai pegiat kuliner di Tanah Air, Bondan Winarno merupakan seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan.

Dia memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Dia juga menjadi presenter dalam acara kuliner di salah satu stasiun televisi, yaitu Wisata Kuliner.

Pada 1984-1987, Bondan pernah menjadi redaktur kepala majalah SWA. Pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat.

Pada 2001-2003, Bondan Winarno sempat menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam