Bocah Hanyut di Sungai Ditemukan Tewas Mengapung

BATURAJA, SERUJI.CO.ID – Bocah hanyut di Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sejak dua hari lalu ditemukan tewas mengapung tidak jauh dari lokasi tenggelam di kawasan Lubuk Rambai wilayah setempat pada Sabtu (14/4) pukul 09.45 WIB.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Mailan Purnama di Baturaja, Sabtu (14/4), mengatakan bahwa setelah dua hari pihaknya melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Ogan dibantu tim gabungan Basarnas Provinsi Sumsel, Polres OKU, dan TNI akhirnya menemukan jasad Arjun (7) dalam kondisi tewas mengapung.

Penemuan korban warga Jalan Pahlawan Kemarung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur tersebut ditemukan tidak jauh dari tempat awal bocah itu tenggelam pada Kamis (12/4) petang di kawasan perairan Lubuk Rambai.

“Kami melanjutkan pencarian hari kedua dengan menyusuri aliran Sungai Ogan di mulai titik awal korban hilang kawasan Jembatan Ogan I,” katanya.

Menurut dia, dalam pencarian tersebut pihaknya menggunakan teknik gelembung dengan mesin perahu menyusuri sungai dekat lokasi kejadian korban tenggelam.

“Alhamdulillah setelah beberapa hari ini kami pakai teknik itu berhasil dan akhirnya korban keluar dengan sendirinya dari dasar sungai,” jelasnya.

Teknik ini sendiri lanjut dia, terbantu karena kondisi korban yang sudah dua hari tenggelam tersebut sudah membengkak hingga mengapung keluar dari dasar sungai.

“Saat ini korban langsung di identifikasi dan diserahkan ke keluarga korban,” tegasnya.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Saharudin saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Mayat Korban pagi tadi sudah ditemukan oleh tim gabungan. Sekarang korban sudah di rumah duka,” kata Kapolsek. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan