Bima: Perubahan Zaman Sangat Cepat, Ujian Politisi dan Aktivis

0
29
Bima Arya Sugiarto
Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor. (Foto: Istimewa)

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan politisi dan aktivis saat ini sedang menghadapi ujian perubahan zaman yang sangat cepat, siapa yang gagal membaca perubahan tersebut maka tidak akan bertahan.

“Ini adalah era voluntarisme, era sharing ekonomi, era sinergi dan kolaborasi. Jika politisi dan aktivis gagal membaca tanda-tanda tersebut, dimana berpolitik tidak hanya melalui jalur-jalur formal seperti zaman dulu, maka tidak akan bertahan,” kata Bima dalam acara Musyawarah Daerah VIII Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bogor, Ahad (10/12).

Bima hadir memberikan arahan dan sambutan dalam Munas AMPI. Kepada peserta Munas ia mengatakan regenerasi merupakan keniscayaan dan sunatullah.

“Organisasi yang gagal dalam regenerasi pasti mati, banyak kepala daerah yang gagal melakukan regenerasi maka pembangunan akan terhambat,” kata politisi PAN tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, Republik Indonesia dibangun oleh anak-anak muda yang luar biasa dan dahsyat. Puluhan tahun sejak tahun 1966, semakin tua republik ini dan upaya untuk memudakan kembali republik ini baru ada lagi setelah reformasi.

“Yang menjadi pertanyaan apakah muda itu identik tidak dengan pembaharu? Muda tapi otak zaman “old”, tidak ada artinya. Karena banyak juga yang sudah senior atau tua namun memiliki gagasan yang lentur dengan perkembangan zaman,” katanya.

Alumnus Monash University ini memotivasi anggota AMPI untuk bergerak lentur dalam pembangunan. Menurutnya ada dua kata kunci dari kata AMPI, yakni Muda dan Pembaharu.

Ia melanjutkan, sederhana saja jika AMPI kembali ke khitahnya, itu akan sangat dahsyat sekali.

“Saya banyak mengidolakan tokoh-tokoh muda pendiri AMPI, salah satunya Akbar Tanjung,” kata Bima.

Bima menambahkan wali kota tidak bisa sendiri tapi ada lima unsur utama yang lazim sebut Pentahelix di antaranya, pemerintah, kampus (akademisi), bisnis, komunitas dan media.

Saat ini semua masuk ke dunia maya, dari satu juta penduduk Kota Bogor sebanyak 60 persennya melek internet dimana 80 persennya Facebookers, 40 persen Twitter, dan 30 persen Instagram.

“Jika kita tidak bisa baca tanda tersebut, kita akan letih hayati dan jasmani,” katanya.

Bima berharap AMPI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa membaca dan menjawab tanda zaman tersebut sehingga bisa mempersiapkan pemimpin-pemimpin yang lentur pemikirannya dengan perkembangan zaman.

“Hidup ini bukan hanya yang kita tahu, tetapi lebih kepada siapa yang kita tahu,” katanya. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....