Beredar Percakapan Diduga Perzinahan Habib Rizieq, GNPF MUI: Itu Semua Hoax

Jakarta, Seruji.com – Memasuki pekan terakhir Januari 2017 ini, publik dihebohkan oleh rekaman suara diduga milik Firza Hussein, yang berisi pengakuan tentang hubungan gelapnya dengan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab. Dalam rekaman suara tersebut, salah satu tersangka kasus dugaan makar yang diamankan oleh Polda Metro Jaya jelang aksi damai 212 yang lalu ini menceritakan bahwa dirinya dan Habib Rizieq memiliki hubungan spesial. Menurut rekaman tersebut, Firza menuturkan bahwa Habib Rizieq meminta agar kisah ini tidak dibuka kepada publik. Sebagai gantinya, Habib Rizieq akan berhenti memimpin aksi yang menggerakkan umat Islam di seluruh Indonesia untuk menuntut keadilan dan persatuan NKRI.

Selain rekaman suara, beredar pula di media sosial snapshot percakapan melalui aplikasi WhatsApp yang diduga sebagai percakapan antara Firza Hussein dan Habib Rizieq. Dari snapshot yang beredar, banyak kalimat-kalimat percakapan yang tidak pantas dibaca oleh publik. Percakapan-percakapan yang cenderung seronok tersebut menggambarkan kisah cinta terlarang antara dua orang yang diduga Firza Hussein dan Habib Rizieq.

Menanggapi tuduhan tersebut, Habib Rizieq membantah keras adanya semua percakapan tersebut. Melalui Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNFP MUI) Muhammad Al Khaththath, pria yang juga Imam Besar Umat Islam Indonesia itu menyatakan bahwa semua percakapan yang beredar, baik berupa pesan suara maupun snapshot percakapan WhatsApp, adalah berita palsu dan sebuah fitnah yang kejam. Berikut adalah pernyataan lengkap Muhammad Al Khaththath yang dihubungi oleh Seruji.com melalui WhatsApp (dengan sedikit suntingan untuk penyesuaian tanda baca, dst. demi kemudahan pembaca, ed.).

“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ikhwan dan Akhwat seperjuangan. Saya baru ketemu Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Shihab di MS (Markaz Syariah, ed.) Megamendung. Semua yang beredar terkait wanita yang ditujukan kepada beliau adalah HOAX. Fitnah keji yang tujuannya menjauhkan umat dari jalan perjuangan bersama beliau. Doakan beliau sabar, istiqomah, dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Kita mohon kepada Allah agar kita sebagai umat tetap setia dan istiqomah dalam perjuangan menegakkan agama Allah bersama beliau di bumi pertiwi ini. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Wassalam. Muhammad Al Khaththath, Sekjen FUI/Sekretaris GNPF-MUI.”

KESAKSIAN MANTAN WARTAWATI

Menanggapi tuduhan perselingkuhan dan perzinahan yang dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab kepada Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab, Nanik Sudaryati Deyang, pengusaha dan mantan wartawati yang tinggal di Jakarta, memberikan tanggapannya. Menurut wanita yang dikenal dengan nama Nanik S. Deyang ini, segala tuduhan kepada Habib Rizieq adalah fitnah. Nanik meyakini betul bahwa tuduhan tersebut adalah kebohongan sebab sehari sebelum informasi palsu tersebut beredar luas di masyarakat, ia sempat bertemu dan berbincang cukup lama dengan Habib Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Nanik S. Deyang, yang dihubungi secara pribadi oleh Seruji.com, memberikan bukti-bukti bahwa tudingan bahwa Habib Rizieq berselingkuh adalah kebohongan besar. Setidaknya ada tiga hal untuk membuktikan bahwa berita-berita yang beredar adalah salah. Pertama, menurut Nanik, gaya bahasa Habib Rizieq sangat berbeda dengan kalimat-kalimat yang nampak dari screenshot percakapan aplikasi WhatsApp yang beredar di media sosial. Nanik pernah mengobrol lama dengan Habib dan dapat mengenali ciri khas Habib dalam berbicara. “Kalau bicara dengan HRS (Habib Rizieq Shihab, red.) itu bahasanya kadang terselip satu dua kata Arab, dan lebih medok ke lafal Betawi,” tegas Nanik. Sehingga dari sini, dapat disimpulkan bahwa ucapan-ucapan yang beredar tersebut bukan berasal dari Habib Rizieq.

Kemudian, menurut Nanik, Habib Rizieq sudah tidak lagi memegang ponsel sendiri. Bahkan, Habib berpesan jika ingin berkontak dengan dirinya, sebaiknya melalui nomor ponsel Umi, panggilan istri Habib Rizieq. “Habib merasa ponselnya terus disadap, sehingga ia tidak lagi memakai nomor yang sama terus-menerus. Dan sejak dulu ia juga jarang pegang hape,” terang aktivis Jaringan Merah Putih (JMP) ini.

Selain itu, Nanik juga sempat mendapatkan cerita tentang keseharian Habib Rizieq dari Ustad Ja’far Sidik, yang tak lain adalah Wakil Ketua Umum DPP Front Pembela Islam. Dari cerita yang didapatkan dari Ja’far, Nanik memahami bahwa Habib Rizieq tidak pernah bepergian sendirian. Selain karena tidak bisa menyetir mobil sendiri, Habib juga diketahui sebagai sosok orang yang tidak bisa lepas dari istrinya. “Habib tidak bisa nyopir sendiri. Jadi kalau selingkuh, pasti ada yang mengetahui,” ujar Nanik.

Dengan demikian, semua tuduhan yang dialamatkan kepada Habib Rizieq adalah kebohongan semata. Sehingga pemberitaan tentang fitnah tersebut sebaiknya dihentikan, sebagaimana semangat pemerintah dalam memerangi berita hoax.

 

Reportase: Aulia LA, kontributor Seruji Malang.

4 KOMENTAR

  1. Tapi pemerintah semangat memerangi hoax yang tidak sejalan dengan pemerintah, berita apapun kalo tidak sejalan dengan rezim ini maka akan dianggap hoax sebaliknya berita hoax kalo menyerang orang2 yg tidak sejalan dengan pemerintah (saya lebih suka menyebut rezim) justru harus dilestarikan dan disebarkan.

    Wahai tukang fitnah bahagiakah kamu dengan ulah kamu menyakiti orang lain?

  2. Astagfirullah….
    Semoga Yang Maha Adil segera menghukum penyebar fitnah, Ya Allah hambaMU yang senantiasa berjuang dijalanMU sedang dizalimi oleh musuh2nya dan juga musuh2MU, mohon keadilanMU ya Allah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?