Bantah Klaim Prabowo, KPK: Potensi Pendapatan Rp2.000 Triliun, Bukan Anggaran Bocor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat suara atas pernyataan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyebut soal kebocoran APBN yang ia sampaikan mengacu pada apa yang disampaikan KPK lewat Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan bahwa Prabowo mispersepsi soal pernyataan Basaria. Pasalnya, kata Saut, yang disampaikan Basaria bukan kebocoran anggaran pada APBN, tapi potensi penerimaan pajak yang belum maksimal didapatkan.

“Jadi bukan kehilangannya (bocor, red). Salah mempersepsikan apa yang disampaikan Ibu Basaria,” kata Saut usai jumpa pers bersama KPU di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).

KPK Berpendapat Pendapatan Negara Masih Bisa Dikejar Hingga Rp4.000 Triliun

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat memberi keterangan kepada wartawan, di Surabaya, Kamis (12/4/2018) (Devan/SERUJI)

Dijelaskan Saut, yang disampaikan KPK adalah potensi penerimaan negara yang saat ini baru tercapai Rp2.400 triliun, yang menurut KPK masih bisa dikejar hingga Rp4.000 triliun.

“Saya mengatakan Indonesia bisa ngumpul sampai Rp4.000 triliun. APBN kita sekarang kan Rp2.400 triliun, kami berdiskusi di banyak tempat kita tuh bisa ngejar Rp4.000 triliun, bisa kejar. Jadi, kekurangannya sekitar Rp2.000 triliun, itu bukan kebocoran, potensi,” jelas Saut.

Untuk mengejar potensi tersebut, Saut mencontohkan seperti yang telah dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, dimana mampu mendapatkan pendapatan daerah sampai Rp7 triliun setelah didampingi oleh KPK.

Hal itu berdasarkan laporan yang disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

“Dia kan datang ke sini, ‘Pak Saut saya baru datang sekali, dapat Rp7 triliun itu’. Itu kita ambil dari situ belajar. Jadi kita mau kejar Rp4.000 triliun APBN kita kalau bisa Rp4.000 triliun. Bayangin tuh berapa lagi MRT yang harus kita bangun,” ungkapnya.

Menurut Saut, jika pendapatan negara dapat mencapai Rp4.000 triliun maka yang dapat merasakannya adalah rakyat itu sendiri.

“Supaya rakyatnya lebih sejahtera, jalan yang lebih bagus yang artinya lebih banyak dana desanya lebih banyak,” tukasnya.

Prabowo Klaim Kebocoran Anggaran Yang Sering Ia Sampaikan Sesuai dengan Pernyataan KPK

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat kampanye akhbar Nasional di GBK, Jakarta, Ahad (7/4/2019). (foto:istimewa)

Sebelumnya, Prabowo saat menyampaikan orasi politiknya di Kampanye Akbar Nasional mengatakan bahwa kebocoran anggaran yang selalu ia sampaikan sebesar Rp1000 triliun terbukti kebenarannya.

“Tapi elit Indonesia selalu tidak membantah, tidak menyanggah, tapi mengejek. Ditanya mana buktinya,” kata Prabowo di hadapan ratusan ribu massa pendukungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4).

Prabowo mengklaim bahwa apa yang ia sampaikan sesuai dengan pernyataan KPK yang menyebut anggaran negara bocor sebesar Rp2000 triliun.

“Tahu-tahu tiga hari yang lalu KPK mengatakan yang bocor itu Rp 2.000 triliun. Selama ini Prabowo katakan kebocoran anggaran Rp 1.000 triliun, KPK katakan Rp 2.000 triliun,” ujar Prabowo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.