Arus Kendaraan Mudik di Perbatasan Tegal-Brebes Macet Total Sejak Sore


BREBES, SERUJI.CO.ID – Jalur lalu lintas di perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat macet total hingga hampir tidak bergerak pada Rabu (13/6) sore, hingga malam hari.

Pantauan dari perbatasan Tegal dan Brebes mulai sekitar pukul 15.30 WIB tampak volume kendaraan dari arah utara Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal, yang akan menuju selatan Bumiayu dan Purwokerto terus merangsek hingga menutup seluruh lajur. Dampaknya lalu lintas terkunci tidak bisa bergerak beberapa saat.

Penumpukan kendaraan mulai dari Desa Linggapura, Tonjong hingga perlintasan kereta Karangsawah. Sejumlah petugas Pospam 11 Karangsawah mengantisipasi untuk mengosongkan area lintasan kereta karena sangat membahayakan.

Di perbatasan dua wilayah, tepatnya di Desa Kesambi, Kabupaten Tegal, Kasat Lantas Polres Tegal AKP Ghifar yang sedang memantau kemacetan, dikejutkan karena tiba-tiba datang Wakapolres Kabupaten Brebes Kompol Wahyudi yang tampak berang melihat jalur lalu lintas terkunci tidak bergerak.

Selanjutnya, Wahyudi dan Ghifar turun langsung mengatur kendaraan yang mengalami kemacetan total.

Sebelumnya, kemacetan terjadi di jembatan layang Klonengan, Prupuk, mulai pukul 12.30 WIB sebagai imbas dari titik temu kendaraan dari arah Pejagan, Songgom, Kabupaten Brebes-Balapulang, Margasari Kabupaten Tegal. Hal itu terjadi karena imbas dari lintasan kereta Karangsawah Tonjong, Kabupaten Bebes.

Kemacetan tersebut menjadi perhatian Dandim 0712 Tegal Letkol Kav Kristiyanto yang turun ke lokasi Pospam Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal, dengan mengendarai sepeda motor menyusuri titik kemacetan hingga ke lokasi perlintasan kereta Karangsawah, Tonjong, Kabupaten Brebes. (Ant/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close