Anggota DPR: Pelaku Pem‘bully’ Disabilitas Bisa Dipidana

60
Ledia Hanifa, PKS, DPR RI
Ledia Hanifa (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR-RI Ledia Hanifa menyatakan kegeramannya terhadap kasus ‘bullying’ yang terjadi di salah satu perguruan tinggi, di Depok, Jawa Barat, serta mengingatkan bahwa pelakunya bisa dipidana karena perbuatan tersebut.

“Kita harus ingat, bahwa berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, pelaku diskriminasi pada penyandang disabilitas bisa dipidana,” kata Ledia Hanifa dalam rilis, Senin (17/7).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu sangat menyayangkan bahwa sosok mahasiswa yang diasumsikan memiliki wawasan pendidikan yang lebih baik, dengan mudahnya melakukan ‘bullying’ pada penyandang disabilitas.

“Lebih-lebih perilaku tersebut dilakukan di tengah lingkungan pendidikan sehingga aspek ketidakpatutan itu juga menjadi semakin berlipat ganda” katanya.

Oleh karena itu, institusi pendidikan tempat sang mahasiswa korban dan pelaku ‘bullying’ perlu segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas pada pelaku.

“Harus diinvestigasi kejadian ini secara detil, jujur, adil, dan terbuka. Apalagi ada kabar bahwa kejadian pem-bully-an ini buka pertama kali diterima sang mahasiswa penyandang disabilitas di kampusnya,” tegasnya.

Ledia memaparkan bahwa dalam UU No 8 Tahun 2016, paradigma pelayanan negara kepada penyandang disabilitas memiliki perubahan paradigma dari “charity base” ke “right base”, yaitu pemenuhan hak pada penyandang disabilitas sebagai upaya untuk memberi persamaan hak asasi dan perlindungan dari segala bentuk penelantaran, eksploitasi, pelecehan dan tindakan diskriminatif lainnya Pasal 143 UU No 8 Tahun 2016 ini secara tegas melarang setiap orang menghalangi penyandang disabilitas memperoleh haknya, diantaranya hak untuk bebas dari diskriminasi yang dijabarkan dalam pasal ketentuan umum sebagai setiap pembedaan, pengecualian, pembatasan, pelecehan atau pengucilan atas dasar disabilitas.

Sementara pasal 145-nya menyebutkan bahwa pelanggar pasal 143 ini dapat dipidana dengan pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp200 juta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Forum Peduli Disabilitas (FPD) Kabupaten Jember, Jawa Timur juga mengecam keras tindakan “bullying” tersebut terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus yang dikabarkan terjadi di Kampus Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

“Kami sangat mengutuk keras perilaku mahasiswa yang melakukan ‘bullying’ terhadap mahasiswa autis di kampus setempat, apalagi video itu menjadi virus virtual (viral) di media sosial,” ujar Koordinator FPD Jember Kusbandono Ibrahim di Jember, Senin (17/7).

Menurut Kusbandono, perilaku terhadap mahasiswa penyandang disabilitas telah dipertontonkan secara sengaja oleh kaum intelektual dalam lingkungan civitas akademika di Universitas Gunadarma Depok, bahkan diunggah di media sosial dan menjadi viral.

FPD Jember mengutuk keras tindakan tersebut karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan.

“Kami menuntut kepada pihak Universitas Gunadarma memberikan sanksi tegas kepada para pelaku bullying itu,” imbuhnya. (HA)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama