Anggota DPR: Pelaku Pem‘bully’ Disabilitas Bisa Dipidana

1
79
Ledia Hanifa, PKS, DPR RI
Ledia Hanifa (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR-RI Ledia Hanifa menyatakan kegeramannya terhadap kasus ‘bullying’ yang terjadi di salah satu perguruan tinggi, di Depok, Jawa Barat, serta mengingatkan bahwa pelakunya bisa dipidana karena perbuatan tersebut.

“Kita harus ingat, bahwa berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, pelaku diskriminasi pada penyandang disabilitas bisa dipidana,” kata Ledia Hanifa dalam rilis, Senin (17/7).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu sangat menyayangkan bahwa sosok mahasiswa yang diasumsikan memiliki wawasan pendidikan yang lebih baik, dengan mudahnya melakukan ‘bullying’ pada penyandang disabilitas.

“Lebih-lebih perilaku tersebut dilakukan di tengah lingkungan pendidikan sehingga aspek ketidakpatutan itu juga menjadi semakin berlipat ganda” katanya.

Oleh karena itu, institusi pendidikan tempat sang mahasiswa korban dan pelaku ‘bullying’ perlu segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas pada pelaku.

“Harus diinvestigasi kejadian ini secara detil, jujur, adil, dan terbuka. Apalagi ada kabar bahwa kejadian pem-bully-an ini buka pertama kali diterima sang mahasiswa penyandang disabilitas di kampusnya,” tegasnya.

Ledia memaparkan bahwa dalam UU No 8 Tahun 2016, paradigma pelayanan negara kepada penyandang disabilitas memiliki perubahan paradigma dari “charity base” ke “right base”, yaitu pemenuhan hak pada penyandang disabilitas sebagai upaya untuk memberi persamaan hak asasi dan perlindungan dari segala bentuk penelantaran, eksploitasi, pelecehan dan tindakan diskriminatif lainnya Pasal 143 UU No 8 Tahun 2016 ini secara tegas melarang setiap orang menghalangi penyandang disabilitas memperoleh haknya, diantaranya hak untuk bebas dari diskriminasi yang dijabarkan dalam pasal ketentuan umum sebagai setiap pembedaan, pengecualian, pembatasan, pelecehan atau pengucilan atas dasar disabilitas.

Sementara pasal 145-nya menyebutkan bahwa pelanggar pasal 143 ini dapat dipidana dengan pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp200 juta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Forum Peduli Disabilitas (FPD) Kabupaten Jember, Jawa Timur juga mengecam keras tindakan “bullying” tersebut terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus yang dikabarkan terjadi di Kampus Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

“Kami sangat mengutuk keras perilaku mahasiswa yang melakukan ‘bullying’ terhadap mahasiswa autis di kampus setempat, apalagi video itu menjadi virus virtual (viral) di media sosial,” ujar Koordinator FPD Jember Kusbandono Ibrahim di Jember, Senin (17/7).

Menurut Kusbandono, perilaku terhadap mahasiswa penyandang disabilitas telah dipertontonkan secara sengaja oleh kaum intelektual dalam lingkungan civitas akademika di Universitas Gunadarma Depok, bahkan diunggah di media sosial dan menjadi viral.

FPD Jember mengutuk keras tindakan tersebut karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan.

“Kami menuntut kepada pihak Universitas Gunadarma memberikan sanksi tegas kepada para pelaku bullying itu,” imbuhnya. (HA)

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...