Anggap Lalai Jalankan Tupoksi, CERI Desak Menteri ESDM Ganti Kepala SKK Migas

0
41
  • 3
    Shares
Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) dan pengamat energi.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mendesak Menteri ESDM segera mengusulkan kepada Presiden Jokowi pergantian kepala SKK Migas yang saat ini dijabat Amien Sunaryadi, dengan figur yang memiliki kompentensi dan integritas.

Pasalnya, menurut Yusri, perilaku Amin Sunaryadi akhir-akhir ini semakin aneh dalam memimpin SKK Migas, tidak sesuai dengan tupoksinya sebagai Kepala satuan kerja mengelola penyelenggaraan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

“Ada tugas pokok yang seharusnya dia kerjakan tetapi tidak dikerjakannya, malah tugas yang tidak pokok malah dikerjakannya. Contoh pada saat kejadian bocor pipa gas CNOC di perairan Bojonegara yang harusnya dia sikapi ataupun membagikan rilis apa penyebab kebocoran pipa dalam bentuk ‘week end update’ tidak dia lakukan, tetapi malah dia sibuk mengirim berita hasil survei responden ‘WisKesuwenrek’ terkait korupsi yang paling banyak terjadi dilapangan adalah suap mencapai 78 %,” jelas Yusri kepada SERUJI, Jumat (13/7).

Baca juga: Pipa Gas Bawah Laut Bocor di Perairan Bojonegara

Dari penelusuran SERUJI, pada saat terjadi peristiwa kebocoran Pipa gas di perairan Pulau Panjang, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (9/7), Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi di akun twitternya tidak terlihat menginformasikan peristiwa tersebut, tapi menyebarkan informasi terkait survei korupsi.

Twit Amien Sunaryadi tanggal 8 Juli soal survei.
Twit Amien Sunaryadi tanggal 11 Juli 2018 soal survei korupsi.

Padahal, lanjut Yusri, aktifitas menyampaikan berita yang tidak prioritas tersebut cukup dilakukan oleh petugas humas.

“Tanpa kepala SKK Migas buang-buang energi yang tak perlu. Lagi pula kalau katanya pro pemberatasan korupsi, tentu publik akan bertanya selama dipimpin beliau sudah berapa banyak kasus korupsi di SKK Migas dan semasa di BP Migas yang berhasil diungkap dan dilaporkan ke penegak hukum,” imbuhnya.

Menurut Yusri, karena SKK Migas adalah badan strategis yang mengurus produksi migas nasional dan menyangkut pendapatan negara yang merupakan bagian untuk menopang APBN, maka sudah seharusnya diisi oleh figur yang mumpuni.

“Bukan figur yang tidak menguasai masalah dan malah bisa menjadi beban bagi SKK Migas,” pungkasnya. (ARIf R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU